TRIBUN WIKI: Nikmatnya Pisang Karamel Milik Demaris 

Bagi anda yang berada di Kota Waingapu dan sekitarnya, atau pun hendak ke Kota Waingapu, jangan lupa menikmati enaknya pisang karamel olahan Demaris

TRIBUN WIKI: Nikmatnya Pisang Karamel Milik Demaris 
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Demaris Lemba Oy sedang menjual pisang karamel miliknya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Bagi anda yang berada di Kota Waingapu dan sekitarnya, atau pun hendak ke Kota Waingapu, jangan lupa menikmati enaknya pisang karamel olahan Demaris Lemba Oy.

Jika anda ingin membelinya bisa saja lamgsung ke rumah miliknya di Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Selain di rumahnya, Demaris juga menjual pisang karamel itu dengan jalan-jalan di kantor-kantor Pemerintah.

Pisang karamel racikan Demaris ini cukup enak rasanya, jika sambil menikmati dengan teh hangat atau kopi.

Demaris Lemba Oy ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (11/9/2019) mengatakan, ia memproduksi kue pisang karamel plsebanyak 30-42/hari. Satu mika dijual dengan harga Rp 5.000.

"Saya tiap hari buat kue pisang karamel ini 30 sampai 42 mika saja, saya jual demgan harga 5 ribu permika. Ya untung saya sekitar Rp 100.000 sampe Rp 150.000 perhari,"ungkap Demaris.

"Saya setiap hari jual pakai jalan saja ke kantor-kantor pemerintah, tapi puji Tuhan semuanya laku terjual. Kalau ada yang mau pesan atau datang ke rumah saya siap layani,"ungkap Demaris.

Demaris juga mengatakan, selain ia membuat pisang karamel, juga ia biasa membuat kue petatas Ungu, kue keladi, nugget labu, lemet ubi, keripik ubi dan keripik pisang.

"Saya jual secara bergantian, biar tidak monoton hari ini saya jual kue karamel, besok atau lusa saya bisa buat kue petatas ungu, kue kelada dan lain sebagainya, biar pembeli tidak bosan,"ungkap Demaris.

Anak pertama dari Hiama Maling (44) warga Poliwali Nggoa, Kabupaten Sumba Timur ini juga mengaku, ia membuat berbagai jenis kue tersebut ia belajar dari tayangan video di Youtube dan di google.

Ia membuat kue itu, selain membantu pendapatan ekonomi keluarga karena ia tahu kemampuan ekonomi ayahnya tidak mencukupi,  juga keinginanNya untuk melanjutkan kuliah.

Bomber Persib Fabiano Beltrame Terancam Tak Perkuat Maung Bandung di Putaran 2, Ini Kata Robert

Bursa Persib Bandung hingga Persija Jakarta, Ini Daftar Transfer Pemain Masuk-Keluar Tim Liga 1 2019

"Saya jual ini karena saya tahu bapak saya tidak ada uang, penghasilan bapak saya tidak cukup untuk penuhi kehidupan kami bertiga dengan adik saya yang sekarang SMP di Nggoa. Jadi saya harus banting tulang untuk bantu bapak, saya buat kue dan jual sendiri, karena saya juga mau tabung tahun depan saya ingin kuliah ambil antara dua jurusan pilihan saya yakni Ekonomi Bisnis atau Hukum,"ungkap Demaris sambil menangis.

Demaris mengatakan, sejak mereka kecil mamanya pergi meninggalkan ayahNya dan mereka berdua. Sehingga ia tahu bagaimana untuk bisa membantu ayahNya, dengan cara ia menjual kue-kue.

"Saya memang dari SMA saya sudah jual kacang goreng, jagung marning, dan lain sebagainya. Saat saya tamat SMA saya mulai belajar untuk buat kue-kue ini dan jual keliling. Saya sudah jalani usaha ini sekitar 2 bulan,"ungkap Demaris sambil membasuhi air mata. (*)

Demaris Lemba Oy sedang menjual pisang karamel miliknya.
Demaris Lemba Oy sedang menjual pisang karamel miliknya. (Pos Kupang.com/robert ropo)

 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved