Kepedulian Alegra Kepada Anak-anak Melalui Seni di Lembata

periode tahun 2010-2013, banyak anak-anak dan kaum muda yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual, buli, dan banyak anak yang putus sekolah. Ruang k

Kepedulian Alegra Kepada Anak-anak Melalui Seni di Lembata
Dokumen Alegra Lembata
Dokumen Alegra Lembata/Pertemuan Kelompok Sanggar Alegra Lembata dengan 10 suku asli Lamahora beberapa waktu lalu.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Pada periode tahun 2010-2013, banyak anak-anak dan kaum muda yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual, buli, dan banyak anak yang putus sekolah. Ruang kreativitas terhadap anak juga tidak ada di Lembata.

Berawal dari keprihatinan terhadap anak-anak di Kabupaten Lembata inilah, Kelompok bernama Anak Lembata Riang Gembira (Alegra) terbentuk pada 19 September 2019 oleh empat orang anak muda yaitu Arnoldia Ody Ofong, Rius Amuntoda, Yulianti Muda, dan Rahel Ina Luli.

Awalnya kelompok ini hanya terdiri dari empat sampai delapan orang. Namun berkat kegigihan untuk berkarya, semakin banyak anak yang terkumpul dalam kelompok Sanggar Alegra. Pada 2 Mei 2014, atau tepat pada hari pendidikan nasional, dengan jumlah peserta 50 orang Alegra Lembata secara resmi tampil di hadapan umum yakni di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan.

"Kadang kita diterima, kadang kita ditolak keberadaan Alegra tetapi kita pikir ini sesuatu yang harus diperjuangkan dan sampai hari ini teman-teman semua ada di sini," kata

salah satu pendiri Alegra, Arnoldia Ody Ofong atau yang akrab disapa Ody, kepada Pos Kupang, Selasa (10/9/2019)

Sejak itu, Kelompok Alegra Lembata mulai dikenal di seantero Pulau Lomblen dengan berbagai karya seninya sampai ke pelosok desa.

Kelompok Alegra Lembata memang berfokus pada pembentukan karakter anak melalui jalur seni teater, tari, musik, dance atau tari kontemporer. Anggotanya ialah anak berusia 4-25 tahun. Sementara orang dewasa dan kaum muda bertindak sebagai pembina dan pendamping. Sesuai data terakhir, kata Ody, anggota Alegra sekarang sebanyak 215 orang dari anak anak sampai dewasa dan semua kecamatan di Kabupaten Lembata kecuali Kecamatan Wulandoni, Omesuri dan Buyasuri.

"Kalau di Buyasuri, kami baru turun promosi dan kami sudah ada pengurus-pengurus di kecamatan," katanya seraya menambahkan kalau pada tanggal 5 Mei 2019 kemarin diadakan temu akbar Alegra Lembata.
Seolah tak habis menelurkan karya dan kreativitas, Alegra Lembata kembali akan mengadakan kegiatan akbar dengan tajuk 'Gebyar Alegra: Dalam Mengekspresikan Karya dan Rasa'

Jacksen Tiago Ungkap Kondisi Pemain Mutiara Hitam, Prediksi Persipura Jayapura vs Persija Jakarta

Ini Daftar Nama Pemain Persib Bandung di Bursa Transfer, Siapa yang Masuk dan Keluar? Info Terkini

Bursa Persib Bandung hingga Persija Jakarta, Ini Daftar Transfer Pemain Masuk-Keluar Tim Liga 1 2019

Kegiatan ini akan dilangsungkan dari 17-19 September 2019 di Kota Lewoleba.
Gebyar akan dibuka dengan Karnaval budaya dan Lomba Tari Kreasi. Karnaval sendiri ditargetkan akan melibatkan 500-1000 orang. Warga Kampung Lamahora juga dipastikan akan terlibat termasuk 10 suku di sana yaitu Hadung, Boleng, Koban, Rongan, Leban, Lerek, Daten, Pukailolon, Lemanuk, Atakowa, dan Lewokedanga.

"Kita mau angkat budaya Lamahora-nya dan mereka (suku Lamahora) sangat dukung," katanya.
Karnaval pada hari pertama ini mengambil titik start di perbatasan Wangatoa-Lamahora sampai Lapangan Lamahora.

Pada hari kedua, di Aula Ankara juga akan diselenggarakan workshop tengang seni, tari dan budaya dengan narasumber Lanny Koroh, Kung Opa Losor, Ricky Randy Genakalong dan Izhu Nisnoni. Keempatnya adalah putra asli NTT.

"Kalau mau sesuatu yang baru kita harus belajar dari orang orang yang bisa berbagai dan mereka siap datang ke Lembata."

Pada malam puncak 19 September 2019, Alegra Lembata akan mementaskan malam gebyar yang akan menghadirkan 215 anggota sanggar Alegra. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved