Kasus Pembunuhan di Kedang Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

Berkas kasus pembunuhan di Kedang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

Kasus Pembunuhan di Kedang Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Komang Sukamara sedang memberikan keterangan soal pelimpahan berkas pembunuhan di Kedang dengan tersangka Vinsensius Huku (tengah), Rabu (11/9/2019). 

Berkas kasus pembunuhan di Kedang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Berkas kasus pembunuhan terhadap warga Desa Mahal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Antonius Abo (28) sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata oleh penyidik pihak Polres Lembata pada Rabu (11/9/2019).

Penyidik Polres Lembata telah menyerahkan tersangka atas nama Vinsensius Elfrem Huku alias Jibes bersama barang bukti berupa pecahan botol bir kepada pihak kejaksaan.

Ini Kabar Gembira Suharso Monoarfa Seusai Menjenguk BJ Habibie, Ini Kesaksiannya

Botol bir tersebut digunakan oleh Jibes memukul wajah korban hingga mengakibatkan kematian.

Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Komang Sukamara, menjelaskan kejadian pemukulan ini terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019 di Desa Tubung Walang, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata.

Saat itu keduanya sementara minum miras arak bersama dalam sebuah pesta pernikahan di rumah milik salah satu warga Desa Tubang Walang.

Tangani Perawatan BJ Habibie, 44 Dokter Kepresidenan Disiapkan, Ini Penjelasan Thareq Kemal Habibie

"Korban minum arak campur bir, ada senda gurau tentang pembuatan lapangan voli yang begitu mahal sehingga korban sempat memaki pelaku dan tersangka merasa dihina oleh korban. Saat itu juga tersangka langsung mengambil botol menggunakan tangan kiri langsung ke arah kepala bagian kanan," urainya.

Botol yang langsung pecah di kepala korban, lanjut Sukamara, kemudian ditarik ke arah bawah wajah korban hingga menyebabkan luka parah.

Setelah itu, Jibes juga sempat memukul korban lagi. Korban sempat dibawa ke puskesmas tetapi karena luka yang cukup parah korban yang mengeluhkan kepalanya pusing akhirnya meninggal dunia.

"Sempat otopsi, dan ditemukan korban alami luka di kepala dan pendarahan di bagian kepala."

Vinsensius dijerat pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved