Iran Gembira, Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton

Pemerintah Iran gembira, Donald Trump pecat penasihat keamanan nasional AS John Bolton

Iran Gembira, Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton
KOMPAS.com/AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/MARK WILSON
John Bolton saat masih menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) bersama Presiden Donald Trump ketika rapat di Gedung Putih pada 9 April 2018. 

Pemerintah Iran gembira, Donald Trump pecat penasihat keamanan nasional AS John Bolton

POS-KUPANG.COM | TEHERAN - Iran menyambut gembira kabar Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton yang dipecat oleh Presiden Donald Trump.

Penasihat Presiden Hassan Rouhani, Hesameddin Ashena berkata, terdepaknya Bolton merupakan tanda bahwa AS menuai kekalahan dalam menerapkan tekanan.

Ingat Kivlan Zen, Tersangka Kepemilikan Senjata Api Ilegal? Begini Kondisi Kesehatannya Kini

"Marginalisasi John Bolton dan terdepaknya dia bukanlah kecelakaan. Melainkan bukti kekalahan strategi menekan AS kepada Iran," ujar Ashena di Twitter.

"Tidak diragukan bahwa Iran mampu mengubah pendekatan AS. Kami tidak akan mundur. Blokade terhadap kami akan berakhir," kata Ashena dilansir AFP Selasa (10/9/2019).

Melalui kicauannya di Twitter, Trump mengumumkan mendepak John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional. Jabatan yang diembannya sejak April 2018.

Pagi Ini Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Apa Respon Sri Bintang Pamungkas

Trump menjelaskan dia sering berbeda pendapat dengan mantan Duta Besar AS untuk PBB dalam beberapa hal. Terutama Iran yang menjadi obyek sanksi sejak 2018.

Sanksi itu diberikan setelah setelah secara sepihak, Trump mengumumkan menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang diciptakan oleh pendahulunya, Barack Obama.

Sekitar 90 menit setelah Bolton dipecat, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Trump siap untuk bertemu Rouhani tanpa prasyarat apa pun.

"Beliau senang jika bisa bertemu tanpa prasyarat. Tapi, kami akan mempertahankan kampanye tekanan maksimum kami," jelas Mnuchin dalam konferensi pers.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved