Habibie Wafat

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Presiden ke-3 BJ Habibie Meninggal Dunia

Sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat.

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kabar Duka Presiden ke-3 BJ Habibie Meninggal Dunia
KOMPAS/ALIF ICHWAN
BJ Habibie 

Pada saat itu, menurut Presiden Joko Widodo yang membesuk, Habibie dirawat karena mengalami kelelahan.

Sebelum Agustus 2018, pada bulan Maret di tahun yang sama Habibie juga dirawat di Jerman karena mengalami gangguan jantung.

Kabar Habibie masuk rumah sakit ini sendiri sudah dikonfirmasi oleh sekretaris pribadinya, Rubijanto.

Melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Kompas.com, Rubijanto membenarkan bahwa Habibie sedang dirawat di rumah sakit.

"Dengan hormat bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie saat ini sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," demikian bunyi keterangan tertulis dari Rubijanto yang diterima Kompas.com (8/9/2019).

Menurut Rubijanto, TDK menyatakan bahwa Habibie sementara waktu belum diizinkan untuk dijenguk.

Tujuannya agar Habibi dapat menjalani perawatan optimal serta bisa mendapat istirahat yang cukup.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh salah seorang kerabat atau cucu Habibie, Melanie Subono.

Putri dari Adrie Subono, keponakan Habibie, ini turut mengunggah konfirmasi bahwa memang kakeknya tersebut tengah dirawat di rumah sakit.

"Kami atas nama keluarga menghaturkan terima kasih yang sebesarnya atas perhatian dan doa semua pihak memohon pada Allah SWT agar Eyang diberikan kesembuhan dan bisa beraktifitas kembali," bunyi tulisan yang diunggah Melanie, tadi malam (8/9/2019).

Tangkap layar Instagram.com/@melaniesubono
Melanie Subono, cucu Habibie merilis konfirmasi tentang BJ Habibie yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto
Dalam unggahannya, Melanie memohon doa dari masyarakat agar kakeknya tersebut bisa segera pulih.

Baca Juga: Dimakamkan Esok Hari, Liang Lahat Ani Yudhoyono Berdekatan dengan Makam Hasri Ainun Habibie

Selain itu, Melanie juga meminta agar tak ada berita simpang-siur yang disebar di masyarakat.

Jikalaupun ada update terkini soal kondisi Habibie, keluarga akan menyampaikan pada masyarakat.

"Mohon doa dan terima kasih perhatiannya.

Baca Juga: Berperan dalam Film Habibie & Ainun 3, Maudy Ayunda Ungkap Dirinya Memiliki Kemiripan Fisik dan Karakter Seperti Ainun

"Jangan membuat berita simpang-siur karena berita apapun pasti pihak keluarga akan sampaikan," tulis Melanie.

Info terbaru yang didapat dari Kompas.com, pihak Istana menyebut bahwa kondisi Habibie kini mulai membaik.

Sekretaris Menteri Sekretaris Negara, Setya Utama, menyebut kondisi Habibie membaik pada pagi tadi (9/9/2019).

Baca Juga: Perankan Ainun muda, Maudy Ayunda Harus Lakukan Perubahan Fisik dan PDKT dengan Keluarga Besar B.J. Habibie

"Alhamdulillah pagi tadi saya mendapat berita dari kabag bagian kesehatan yang menyampaikan update dari ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof dr. Arsil Sani, bahwa kondisi beliau membaik," kata Setya kala dijumpai Kompas.com di Istana Kepresidenan, Jakarta, siang ini (9/9/2019).

Setya memastikan, Pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan Habibie selama dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Habibie sendiri diketahui ditangani oleh 44 orang dokter kepresidenan yang selalu siap memberikan pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Lucunya Cerita B.J. Habibie Mengira Bunga Citra Lestari Sebagai Pegawai Bank

Belum diketahui kapan Presiden Joko Widodo akan membesuk Habibie.

Namun, Setya mengatakan bahwa kemungkinan Jokowi akan membesuk Habibie dalam waktu dekat.

"Insya Allah, tapi saya tidak tahu pasti kapan waktunya.

Baca Juga: BJ Habibie Sempat Menolak Maudy Ayunda Perankan Karakter Ainun

"Tapi tentu saja setiap kali ada mantan presiden maupun mantan wapres yang sakit biasanya beliau menjenguk," kata Setya. 

Cerita anak didik eks Menko Maritim Indroyono Soesilo soal karya nyata BJ Habibie

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo menceritakan sejumlah karya Presiden ketiga RI yang juga ahli teknologi pesawat terbang, Bacharudin Jusuf Habibie, yang luar biasa.

Sebagai anak didik BJ Habibie saat menjadi deputi di Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Indroyono memiliki kekaguman tersendiri kepada BJ Habibie.

Saat itu, kata dia, BJ Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala BPPT. Indroyono membantu Habibie mengembangkan teknologi survei udara dengan satelit.

"Itu yang sekarang dipakai untuk pemadaman hutan kalau kebakaran, ada hujan buatan. Beliau yang rintis," tutur Indroyono, usai menjenguk BJ Habibie di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Di bidang kelautan, kata dia, saat itu Habibie juga melakukan riset dalam pembuatan kapal.

Salah satunya adalah kapal Baruna Jaya yang belakangan dikenal untuk membantu mencari dan menemukan korban kecelakaan kapal di Danau Toba serta pesawat Air Asia dan Lion Air.

"Kapal-kapal riset seperti Baruna Jaya, beliau yang merintis," kata dia.

Kemudian, pada 1995 BJ Habibie meluncurkan pesawat ciptaannya yang diberi nama N250 Gatot Kaca.

Pesawat tersebut diluncurkan pada 10 Agustus 1995 dan menjadi pesawat canggih di kelasnya pada waktu itu.

"Ada dua baling-baling dengan kapasitas 50 penumpang. Waktu itu sudah tinggal sertifikasi, begitu sertifikasi akan menguasai pasar dunia," kata Indroyono Soesilo, yang saat ini menjadi Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata itu.

Namun, cita-cita itu harus kandas. Sebab, pada 1998 terjadi krisis moneter di Indonesia.

Ini menyebabkan produksi pesawat tersebut diperintahkan berhenti oleh Dana Moneter Internasional atau IMF.

Saat ini, kata dia, pesawat mahakarya BJ Habibie itu menjadi pesawat berjenis ATR 42 dan ATR 72 yang digunakan untuk penerbangan regional jarak pendek.

"Seharusnya, kalau itu dibuat, sekarang kita sudah pakai pesawat dalam negeri. Pasarnya visioner. Tadinya juga mau bikin N2130 tapi enggak kesampaian," kata Indroyono Soesilo.

Diketahui, BJ Habibie menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto sejak 1 September 2019.

Saat ini BJ Habibie dirawat di ruangan Cerebro Intensive Care Unit (CICU), Paviliun Kartika.

Selain Indroyono, pada Rabu (11/9/2019), sejumlah tokoh juga hadir untuk menjenguk kondisi Habibie.

Tokoh yang hadir antara lain cendekiawan Muslim Quraish Shihab dan putrinya presenter Najwa Shihab; mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa; dan istri politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie, Tatty Murnitriati.

Presiden Pro Rakyat

Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie memberikan pesan kepada para pemimpin yang nantinya terpilih dalam Pemilu 2019.

Ia berharap, siapapun yang terpilih benar-benar mementingkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Saya pesan siapa pun yang nanti dipilih, siapapun, dia adalah pimpinan kita. Tinggal yang bersangkutan (pemimpin yang terpilih) harus 100 persen pro rakyat. Tidak hanya memihak hanya pada yang memilihnya, tidak," ujar Habibie di Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, baik presiden, wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD, hingga anggota DPRD harus berkonsilidasi dan bersama-sama membuat kebijakan yang sesuai untuk menyelesaikan pembangunan nasional.

Kebijakan-kebijakan itu, lanjut Habibie, juga harus dilakukan dengan transparan tanpa menciderai kepercayaan rakyat.

"Soalnya yang siapapun yang dipilih dia tentu harus memahami bahwa apa yang pernah dia janji kepada rakyat dia harus beri perhatian penuh. Tapi belum tentu dia bisa melaksanakan kan, karena yang tau hanya Tuhan. Jadi itu jelas, untuk hal itu mereka harus berkonsilidasi," paparnya.

Ia juga berpesan agar seluruh rakyat Indonesia tetap bergandengan tangan demi Indonesia yang lebih baik.

Menurut dia, setelah proses Pemilu usai, tak ada gunanya lagi terlibat perdebatan yang dapat memecah belah bangsa.

"Kita yakin mereka akan buat kebijakan, bersama-sama dan menyusun bersama dan nanti dengan partainya juga dan semua, dan nanti kita sekarang jangan menghilangkan waktu untuk berdebat," kata dia.

Habibie mencoblos di TPS 10, Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan sekitar pukul 09.15. Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga menggunakan hak suaranya di TPS yang sama.

Adapun pada pesta demokrasi lima tahunan ini masyarakat Indonesia akan diberi kesempatan memilih presiden, wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten atau Kota, dan anggta DPD. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul: BJ Habibie Dikabarkan Meninggal Dunia, Sekretaris Pribadi Buka Suara

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved