Begini Cara Pemerintah Provinsi NTT Tumbuhkan Perekonomian NTT

Tetapi dalam pertemyan hari ini juga akan menjadi sumber-sumber data untuk melengkapi penyusunan road map.

Begini Cara Pemerintah Provinsi NTT Tumbuhkan Perekonomian NTT
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Ir Semuel Rebo, memberikan arahan pada Rapat Penyusuan Road Map Masyarakat Ekonomi NTT, di Lantai 5 Bank NTT Pusat, Rabu (11/9/2019). 

Begini Cara Pemerintah Provinsi NTT Tumbuhkan Perekonomian NTT

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT menggelar Rapat Penyusuan Road Map Masyarakat Ekonomi NTT, di Lantai 5 Bank NTT Pusat, Rabu (11/9/2019).

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Ir Semuel Rebo, dalam arahannya, menyampaikan road map ini disusun untuk bagaimana Pemerintah bisa membangun masyarakat ekonomi NTT untuk bisa bangkitkan perekonomian agar dapat sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia, bahkan ingin tampil sebagai pelaku ekonomi di tingkat internasional.

"Apa yang sudah dideklarasikan para pimpinan daerah pada 10 Juni di Labuan Bajo merupakan tongkat dimana NTT akan bangkit secara perekonomian, ingin membangun daerah yang kaya akan berbagai potensi. Tetapi bagaimana potensi-potensi itu menjadi keunggulan yang dapat mendorong pertumbuhan" ujarnya.

Kata Samuel, perekonomian daerah perlu satu wadah untuk bersatunya semua elemen agar menjadi kekuatan besar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga bisa menjadi pengekspor dengan mengembangkan potensi unggul daerah.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai perangkat terkait harus segera mewujudi ide besar Gubernur NTT untuk membangun perekonomian dengan suatu model yang disebut Masyarakat Ekonomi NTT.

"Dengan ide besar tentang pergerakan ini kita akan mendapatkan pencerahan dari Dirut Bank NTT hal-hal apa yang perlu dilakukan dan bagaimana penjelasan tim road map ini, sesuai konsep yang dibuat biro ekonomi dan kerjasama," tuturnya.

Ia mengatakan ada enam road map yang akan dibuat secara cepat dan melibatkan tim ahli. Tetapi dalam pertemyan hari ini juga akan menjadi sumber-sumber data untuk melengkapi penyusunan road map.

"Ini pekerjaan yg besar, sehingga peran perbankan sangat dominan. Pemprov dan Pemkab ingin percepatan infrastruktur tapi terhalang dengan dana, ini yang dimana perbankan akan masuk. Pola kerja sama yang akan baru dimulai," tukasnya.

Ia menyebutkan Lembata akan menajdi kabupaten pertama yang melakukan kerja sama dengan menggunakan pembiayaan perbankan untuk pembangunan infrastruktur daerah.

Maka Provinsi juga akan membangun kerja sama serupa. Bila Bank NTT siap menjadi mitra maka ini akan menjadi hal yang positif.

Selain itu di era digital ini, maka seluruhnya harus berbasis digital. Diharapkan masyarakat ekonomi juga mengembangkan Digital tidak lagi manual yang bisa memantau pembeli, perkembangan harga pasar dan lainnya.

Jokowi Janji Istana Presiden Dibangun di Papua Mulai Tahun Depan, Tokoh Papua Tepuk Tangan

13 Misteri Mengerikan Kapal Titanic Tak Terpecahkan Hingga Saat Ini, Ada Isu Sengaja Ditenggelamkan

"Untuk itu kita membutuhkan sdm yang betul handal dan membutuhkan dukungan semua lembaga. Karena pak Gubernur bermimpi kita akan menjadi pengekspor garam, rumput laut dan ikan, mimpi ini tidak akan berwujud kalau tidak upaya keras. Semua sektor harus ikut bergerak," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved