Berita Pendidikan

Wow! Inovasi Deoterions Mahasiswa Brawijaya, Percepat Evakuasi Korban Gempa

Berbagai inovasi membanggakan telah dihasilkan mahasiswa Indonesia. Salah satunya, "Deoterions" karya mahasiswa Brawijaya Malang.

kompas.com
Mahasiswa Brawijaya Malang Buat Alat Evakuasi Gempa 

"Alat ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dari lambatnya menemukan korban," ucapnya.

Perangkat itu berfungsi memancarkan gelombang radio yang dapat ditangkap receiver para pencari korban, seperti tim SAR, sehingga posisi pengguna Deoterions bisa diketahui meskipun berada di dalam gedung yang ambruk.

Kartu tersebut dilengkapi dengan switch yang mampu membaca pergerakan sehingga peluang hidup penggunanya dapat diprediksi.

Tukang Ojek di Manusak Diberikan Pemahaman Kamtibmas dan Tertib Lalulintas

Di samping itu, ada koneksi antar-kartu yang sama sehingga posisi pengguna lain bisa diketahui setelah satu pengguna ditemukan terlebih dahulu.

Raih dana Kemenristekdikti
Rikza menambahkan, setelah diuji, Deoterions mampu dideteksi secara akurat pada jarak 0 sampai 10 meter dari pengguna yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Peluang hidup penggunanya pun dapat diprediksi jika bergerak di atas 7,11 sentimeter per detik.

Dia dan teman-teman mengharapkan alat itu bisa menjadi instrumen kesiapsiagaan bencana yang wajib tersedia di setiap bangunan di Indonesia.

Dia juga mengaku telah mengajukan kerja sama dengan lembaga pemerintah daerah setempat, tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan.

"Sudah lebih dari sebulan kami mengirim beras dan deskripsi inovasi kami ke BPBD Kabupaten Malang untuk berkolaborasi.

Anggota TNI Tolong Korban Kecelakaan di Perbatasan RI-RDTL, Begini Kondisinya

Namun, sampai sekarang kami tidak mendapat respons," ungkap Rikza.

Dalam memproduksi perangkat itu, ketiga mahasiswa tersebut dibantu oleh dosen pembimbing Zubaidah Ningsih dan Wakil Dekan 3 FMIPA UB, Darjito.

Mereka pun telah mengajukan proposal pendanaan ke Kemenristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan mendapat persetujuan untuk didanai. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved