Lopo Di@ BISA Beroperasi, Bank NTT Waikabubak Gandeng Siswa Jual Kopi Sumba

Dimana Bank NTT ingin menggerakkan ekonomi masyarakat dan menjadi pusat pendidikan serta pengembangan jiwa entrepreneur muda.

Lopo Di@ BISA Beroperasi, Bank NTT Waikabubak Gandeng Siswa Jual Kopi Sumba
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Lopo Di@ BISA Bank NTT Cabang Waikabubak telah beroperasi sejak Jumat (6/9/2019). 

Lopo Di@ BISA Beroperasi, Bank NTT Waikabubak Gandeng Siswa Jual Kopi Sumba

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Lopo Di@ BISA telah beroperasi di Gedung Karya Siaga, tepatnya depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat, Pusat Kota Waikabubak-sumba Barat.

Lopo yang baru saja beroperasi sejak Jumat (6/9/2019) ini sudah terisi dengan jualan dari hasil binaan Bank NTT seperti Kopi Sumba, penanganan lokal seperti pisang, ubi, kelapa, jus dari buah lokal Sumba. Kemudian ada pula makanan seperti bakso, soto, gula dan lainnya.

Pimpinan Cabang Bank NTT Cabang Waikabubak, Yuan Taneo, ketika menghubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (10/9/2019), menyampaikan Lopo ini menjadi pusat kuliner Waikabubak.

Dimana Bank NTT ingin menggerakkan ekonomi masyarakat dan menjadi pusat pendidikan serta pengembangan jiwa entrepreneur muda.

Dimana anak-anak SMA dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai pengelola.

Selain pusat kuliner, kata Yuan, Lopo ini juga sebagai mikro center dan juga pusat pengembangan dan edukasi entrepreneur muda Sumba Barat.

"Kami libatkan tiga siswa SMA Negeri 1 Waikabubak untuk bisa mengembangkan jiwa enterpreneurship yaitu Marthen Ngobrol Bela Mata, Susanti Lensa dan Novia Noni Ngani. Tiga siswa ini membantu untuk menjual Kopi Sumba di coffee," ujarnya.

Menurutnya para pelaku usaha dan pelajar sangat antusias. Karena diberi ruang yang cukup untuk berkreasi dan berekspresi.

Mereka sangat berterima kasih karena Bank NTT membantu menyediakan berbagai fasilitas mau dari tenda, listrik, air, alat masak bahkan hingga free wifi.

"Mereka berharap ini menjadi awal yang baik guna pengembangan ekonomi kecil dan menengah di Kabupaten Sumba Barat sehingga dapat mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang ada," terangnya.

Lopo ini, lanjutnya, terlaksana karena dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat karena Gedung Karya Siaga merupakan aset Pemkab Sumba Barat.

Lopo beroperasi mulai Senin sampai Sabtu pukul 09.00 hingga 22.30 Wita.

Kata Yuan, rata-rata elanggan sekitar 20 per malam. Terbilang baru dibuka sehingga belum banyak masyarakat yang mengetahui hadirnya Lopo ini.

Ketua DPRD Sebut Sabu Serpihan Surga

LIVE STREAMING Timnas Indonesia vs Thailand Kualifikasi Piala Dunia 2022, Nonton di Link Ini

Jambore TP PKK NTT Berlangsung Selama Tiga Hari, Sinun Sebut Stunting NTT Masih Tertinggi

"Karena baru dimulai jadi belum banyak tahu, kedepan pasti akan lebih banyak masyarakat yang datang ke tempat ini," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rahmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved