Wilayah NTT Memasuki Musim Kemarau

Besarnya perbedaan tekanan antara wilayah Asia dan Australia menyebabkan bertambahnya kecepatan angin yang terjadi

Wilayah NTT Memasuki Musim Kemarau
bmkg
Peringatan dini BMKG mengenai gelombang tinggi yang akan menerjang sejumlah wilayah di Indonesia. 

Wilayah NTT Memasuki Musim Kemarau

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Posisi matahari berada di BBU yang menyebabkan aktifnya angin monsun Timur. Angin monsun Timur membawa udara dari Australia dimana udara yang dibawa bersifat kering.

Demikian disampaikan KASMET melalui Forecoster on Duty BMKG El Tari Kupang, I Ketut Wisnu Wardhana, Senin (9/9/2019).

Kondisi ini, kata Ketut, menyebabkan wilayah NTT memasuki musim kemarau, sehingga menurunkan potensi terjadinya hujan serta meningkatkan sebaran titik panas (hotspot).

Besarnya perbedaan tekanan antara wilayah Asia dan Australia menyebabkan bertambahnya kecepatan angin yang terjadi di beberapa wilayah NTT.

Ia juga menjelaskan tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1012 - 1014 hPa.

Tekanan udara di wilayah Australia 1027-1033. Sedangkan suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 25,0 °C - 30,0 °C dengan anomali suhu muka laut (-1.0 °C - 0,0 °C) negatif.

4 Pengeroyok Kakak Beradik hingga Tewas di Bekasi Ditangkap Polisi, Ini Ancaman Hukumannya

Pengakuan Mengejutkan Inul Daratista, Nyaris Diperkosa Produser, Cicipi Narkoba, Dendam Rhoma Irama

Untuk itu masyarakat diminta agar waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah serta waspada angin kencang yang dapat mencapai 40 - 50 km/jam di Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved