Renungan Kristen Prostestan, 9 September 2019 : Kita Tidak Dapat Mengintervensi Tuhan Dengan Doa

Ada peribahasa yang mengatakan demikian “dalamnya laut dapat diukur tapi dalamnya hati siapa tahu”.

Renungan Kristen Prostestan, 9 September 2019 :  Kita Tidak Dapat Mengintervensi Tuhan Dengan Doa
istimewa
Pendeta maria Monalisa

Renungan Kristen Prostestan, 9 September 2019 :  Kita Tidak Dapat Mengintervensi Tuhan Dengan Doa

Oleh : Pdt. Maria Monalisa Fanggidae Dethan, MTh

POS-KUPANG.COM-- Ada peribahasa yang mengatakan demikian “dalamnya laut dapat diukur tapi dalamnya hati siapa tahu”.

Peribahasa ini memiliki arti bahwa pengetahuan atau jalan pikiran itu sesuatu yang tidak dapat diduga-duga.

Atau lebih tepatnya peribahasa ini menggambarkan tentang sulitnya menduga hati dan pikiran seseorang. Manusia pandai sekali menyembunyikan isi hatinya dalam kata-kata yang diucapkan.

Memang tidak semua manusia demikian, tetapi dunia akan berubah menjadi surga jika banyak orang mampu untuk selalu menunjukkan isi hatinya secara jujur lewat kata-kata yang terucap.

Pembacaan bagian firman Tuhan pada saat ini Lukas 18:9-14 merupakan salah satu bagian yang hendak menggambarkan tentang keadaan hati manusia terutama dalam hubungan dengan penyembahan kepada Tuhan.

Dikatakan oleh penulis Injil Lukas bahwa Yesus melanjutkan pembahasan tentang suasana hati manusia lewat perumpamaan tentang Orang Farisi dan Pemungut cukai.

Disini hendak dikatakan bahwa keadaan hati manusia adalah factor penting dalam hubungan dengan Tuhan karena yang dinilai Tuhan bukanlah paras, tampilan fisik atau kepandaian seseorang melainkan isi dalam hatinya.

Seperti yang dikatakan oleh Raja Salomo dalam kitab Amsal, sepert air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. Yesus memakai gambaran ini supaya kita belajar mengelola keadaan hati kita dengan baik.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved