Kapidsus Sebut Berkas Perkara Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS Segera P21

Dua berkas tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS atas nama Edy Oematan sebagai PPK dan direktur CV Marga Madu Indah,

Kapidsus Sebut Berkas Perkara Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS Segera P21
Pos Kupang.com/dion kota
Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad, SH 

 Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Dua berkas tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS atas nama Edy Oematan sebagai PPK dan direktur CV Marga Madu Indah, Juarin dipastikan sebentar lagi dinyatakan lengkap atau P21.

Dijadwalkan pekan depan pihak Kejaksaan Negeri TTS akan melakukan ekspos terhadap dua berkas tersangka tersebut sebelum menyatakan P21.

Kapidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad SH mengatakan, dari hasil penelitian berkas kedua tersangka sejauh ini tidak ditemukan adanya kekurangan. Oleh sebab itu, pekan depan, pihak Kejari TTS secara internal akan melakukan ekspo dua berkas tersangka tersebut sebelum dinyatakan lengkap.

" Sebenarnya, kita mau ekspo dalam pekan ini, tetapi karena ada kegiatan dari Kejati NTT Minggu ini, dan ada pemeriksaan tambahan untuk tersangka untuk kasus korupsi pembangunan Embung Mnele Lete maka kita geser jadwal eksposnya ke pekan depan.

Sejauh ini dari hasil penelitian dari jaksa peneliti tidak ditemukan adanya kekurangan. Usai ekspos baru bisa kita nyatakan lengkap untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati," ungkap Khusnul didampingi Kasi Intel Kejari TTS, Mourist Kolobana, Senin (9/9/2019) di kantor Kejari TTS.

Ketika ditanyakan terkait dua berkas tersangka lainnya dalam kasus tersebut yaitu, konsultan pengawas, Erik Ataupah dan Hing Fallo selaku mantan KTU bagian umum Setda TTS Khusnul mengaku, penyidik Polres belum mengirimkan berkas kedua tersangka tersebut. Tak hanya itu, SPDP untuk tersangka Erik Ataupah dan Hing Fallo pun belum dikirimkan penyidik Tipikor Polres TTS ke Kejari TTS.

Bupati dan Wakil Bupati Bertekat Tata Kembali Birokasi Pemerintahan Sumba Barat Daya, Ini Penegasan

" Yang ada di kami baru berkas dua tersangka saja atas nama Edy Oematan dan Juarin. Kalau yang dua lagi belum ada SPDP juga yang dikirim penyidik Tipikor Polres TTS," ujar Khusnul.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari, SH.,MH membenarkan jika berkas dua tersangka lainnya dalam kasus korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS atas nama Erik Ataupah dan Hing Fallo belum dilimpahkan ke Kejari TTS. Ia mengatakan, penyidik saat ini masih melengkapi berkas kedua tersangka tersebut sebelum dilimpahkan.

Ali Oemar Fadaq Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Sumba Timur Sementara Periode 2019-2024

" Memang kita baru limpahkan berkas dua tersangka atas nama Edy Oematan dan Juarin, sedangkan berkas tersangka Erik Ataupah dan Hing Fallo menunggu berkas dua tersangka sebelumnya dinyatakan lengkap atau P21 baru kita kirimkan," papar Jamari.

Ketika disinggung terkait alasan kenapa para tersangka dalam kasus korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS tidak ditahan, Jamari menjelaskan, selama ini para tersangka dinilai koperatif sehingga hanya dikenakan wajib lapor seminggu dua kali.

Khusus untuk tersangka Juarin, penyidik sempat melakukan penahan namun karena hingga masa penahanan berakhir berkas tersangka belum dinyatakan lengkap, tersangka lalu dibebaskan dandikenakan wajib lapor.

Pelatih Gatot Sebut Komunikasi Bek dan Kiper, Persib Bandung Banyak Kebobolan Putaran 1, Pemicu?

" Sejauh ini para tersangka kita nilai koperatif sehingga kita kenakan wajib lapor sambil kita terus genjot untuk merampungkan berkasnya. Saya pastikan kasus ini pasti tuntas," pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan landscape kantor bupati TTS pada tahun 2014 yang menelan anggaran Rp 3,4 Miliar dan dikerjakan oleh CV Marga Madu Indah (MMI) Surabaya terindikasi beraroma korupsi.

Indikasi korupsi muncul dari pembayaran pekerajaan yang melebih volume kerja. Akibat praktek tersebut, berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai 634 juta. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved