News

Heboh, Albertus Naif Ditemukan Meninggal di Kebun, Keluarga Tolak Diautopsi, Ini Alasannya

Albertus Naif (52), ditemukan meninggal dunia di kebun milik saudari iparnya, Gradiana Olin, di desa setempat, Kamis (5/9/2019)

Heboh, Albertus Naif Ditemukan Meninggal di Kebun, Keluarga Tolak Diautopsi, Ini Alasannya
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi Meninggal 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Tommy Mbenu

POS KUPANG, cOM, KEFAMENANU - Warga Desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Albertus Naif (52), ditemukan meninggal dunia di kebun milik saudari iparnya, Gradiana Olin, di desa setempat, Kamis (5/9/2019). Keluarga tolak jenazahnya diautopsi.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan, Kamis (5/9/2019), sekitar pukul 11.00 Wita, Albertus Naif bersama kerabatnya, Kanis Banase dan Mariyanto Opat berencana membersihkan kebun milik saudari iparnya.

Sampai di kebun, korban mengatakan kepada saudarinya bahwa ia lapar dan tidak enak badan karena sakit di dada. Saat itu, saudarinya mengatakan, makanan (nasih putih dan sayur kol) ada di pondok dan memintanya mengambil sendiri.

Seusai menyantap makanan yang disiapkan, korban mengeluh kepada saudarinya, Gradiana Olin, bahwa dadanya sakit dan ingin beristirahat sejenak barulah membersihkah kebun.

Gradiana Olin pun mempersilakan korban beristirahat. Saat itu Gradiana Olin melanjutkan membersihkan kebun bersama Mariyanto Opat dan Kanis Banase.

Sekira pukul 14.00 Wita, Gradiana Olin merasa lapar dan ke pondok untuk makan siang. Sampai di pondok, Gradiana memanggil korban namun tidak menjawab. Gradiana terus memanggil namun korban tidak menjawab. Saat itu Gradiana melihat tubuh korban tidak bergerak lagi.

Melihat kejadian itu, Gradiana memanggil Mariyanto Opat dan Kanis Banase yang sedang membersihkan kebun datang melihat kondisi korban. Karena kondisi korban tidak bergerak lagi,

Gradiana meminta Mariyanto Opat dan Kanis Banase pergi ke rumah memberitahu saudari kandung korban, Agnes Naif, dan Kepala Desa Oeolo, Laurensius Besa, untuk ke kebun melihat kondisi korban.

Sampai di TKP, Agnes Naif dan Laurensius Besa, melihat korban terbaring di tanah dalam kondisi tidak bergerak dan tidak bersuara lagi.

Laurensius pun menghubungi Kapolsek Miomafo Barat, Iptu Ketut Suta, guna penyelidikan lebih lanjut.

Pada pukul 17.00 Wita, Kapolsek Miomafo Barat beserta anggotanya tiba di TKP, mengevakuasi korban ke Puskesmas Oeolo untuk pemeriksaan medis.

Sekitar pukul 18.30 Wita dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter di Puskesmas Oeolo, yakni dr. Jenifer Efelin dan dr. Hendri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban telah meninggal dunia dan di sekujur tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Keluarga menerima kematian korban dengan iklas dan menolak diautopsi. *

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved