Festival Kelaba Madja

Gubernur Viktor Laiskodat Buka Festival Kelaba Madja, Sabu Raijua Harus Terdepan dan Terindah

Gubernur Viktor membuka Festival Kelabba Madja di Lapangan Napae, Seba, Senin (9/9/2019).

Gubernur Viktor Laiskodat Buka Festival Kelaba Madja, Sabu Raijua Harus Terdepan dan Terindah
POS-KUPANG.COM/Gerardus Mayela
BERSAMA GUBERNUR - Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai penobatan Mone Hau Raijua di Festival Kelabba Madja di Lapangan Napae, Seba, Senin (9/9/2019) 

Bupati menegaskan, Sabu Raijua yang merupakan pulau terluar harus dirubah menjadi pulau terdepan.

Ramalan Zodiak Selasa 10 September 2019 Virgo Dikejar Masa Lalu Leo Rejeki Nomplok Pisces Awas Batuk

INALILLAHI! Duka Datang dari MUI Dr Irawadi Jamaran Meninggal, Fadli Zon hingga Said Didu Kirim Doa

Festival Kelabba Madja, kata Bupati Niko, merupakan event akbar pariwisata yang sangat berguna mendukung program pemerintah provinsi yang menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan.

Bupati mengakui infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan dan bandara belum sempurna.

Dirinya meminta dukungan pemerinta provinsi dan pemerintah pusat membangun bandara yang representatif dan menambah frekwensi pelayaran kapal pelni.

Apa yang disampaikan Bupati diresponi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang menginginkan bandara dengan panjang 3000 meter yang bisa didarati pesawat berbadan lebar langsung dari Jakarta ke Sabu.

Mengawali sambutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menguji kemampuan berbahasa Sabu, Indonesia dan Inggris kepada sepuluh orang pelajar SD dan SMA yang terdiri dari lima pria dan lima wanita.

Ingin Cantik dan Tetap Bugar, Rutin Minum Segelas Air Kacang Merah dan Rasakan Perubahannya

BREAKING NEWS: Gempa Bumi Berkekuatan 4.4 SR Guncang Tenggara, Sabu Raijua

Kepada lima anak SD Gubernur, Viktor Laiskodat meminta menyebutkan lima kata bahasa Sabu dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan lima pelajar SMA diminta menyebutkan kata bahasa Sabu diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Setiap jawaban anak-anak dicek kebenarannya dalam kamus bahasa Sabu yang dimiliki Gubernur.

Entah grogi atau tidak dibiasakan berbahasa Sabu di dalam keluarga, anak-anak kelihatan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan orang nomor satu di NTT itu.

Halaman
123
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved