DPRD TTU Soroti Lambatnya Penyerapan Anggaran Belanja Tahun 2019

lambatnya penyerapan anggaran menunjukan bahwa belum adanya perubahan pola penyerapan anggaran dari tahun-tahun sebelumnya.

DPRD TTU Soroti Lambatnya Penyerapan Anggaran Belanja Tahun 2019
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten TTU, Yohanes Salem, S.T 

DPRD TTU Soroti Lambatnya Penyerapan Anggaran Belanja Tahun 2019

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yohanes Salem, ST angkat bicara terkait dengan lambatnya penyerapan anggaran 2019.

Menurut Yohanes, lambatnya penyerapan anggaran menunjukan bahwa belum adanya perubahan pola penyerapan anggaran dari tahun-tahun sebelumnya.

"Dimana pemerintah daerah kerap melakukan penumpukan pekerjaan pada akhir tahun," ungkap Yohanes kepada Pos Kupang saat ditemui belum lama ini.

Yohanes mengungkapkan, pemerintah daerah Kabupaten TTU harusnya lebih serius mengelolah APBD agar tepat sasaran dan tepat waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebab, jelas Yohanes, jika APBD lambat terserap, maka yang akan mengalami kerugian besar adalah masyarakat. Hal itu karena program pemerintah untuk mengintervensi persolaan masyarakat menjadi tersendat.

Bahkan, ungkap Yohanes, lambatnya penyerapan APBD bisa berampak fatal manakala program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mendesak masyarakat tisak maksimal diintervensi.

"Misalnya dibidang kesehatan persoalan stanting, bidang sosial pembangunan rumah layak huni yang selalu telat. Kemudian bidang infrastruktur yang tidak mencapai target stiap tahunya karena alasan waktu," ujarnya.

APBD, kata Yohanes, harus dipandang sebagai penggerak roda perekonomian daerah. Oleh karena itu, jika penyerapan APBD terlambat maka dapat menyebabkan laju perekonomian di daerah pun terlambat.

Yoahanes mengungkapkan, lambatnya penyerapan APBD di Kabupaten TTU disebabkan oleh indikasi banyaknya pimpinan OPD yang saat ini bertugas masih berstatus pelaksana tugas.

3 Kandidat Ambil Formulir ke PDIP Ikut Pilkada Surabaya 2020 Gantikan Risma

TRIBUN WIKI : Kursi Ban Cantik Warna-Warni Tersedia dengan Puluhan Model

"Jadi jika bupatinya tidak ada di tempat, maka koordinasi menjadi macet, dan ujungnya masyarakat TTU yang dirugikan," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved