Besok, Kadis PU dan Mantan Anggota DPRD NTT Kembali Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Kejari TTS telah menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete, D

Besok, Kadis PU dan Mantan Anggota DPRD  NTT Kembali Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Korupsi
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kepala Kejari TTS, Fachrizal, SH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Pihak Kejari TTS telah menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete, Di Desa Mnele Lete, Kecamatan Amanuban Barat pada Selasa (10/9/2019) dan Rabu (11/9/2019).

Untuk pemeriksaan pada hari Selasa, jaksa penyidik akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada tersangka Jefry Unbanuek yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi NTT, Samuel Nggebu yang merupakan Kadis PU kabupaten TTS dan Jemy Unbanuek. Sedangkan dua tersangka lainnya yaitu Timotius Tapatap dan Yohanes Fanggidae akan diperiksa pada Rabu mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejari TTS, Fachrizal, SH kepada pos kupang.com, Senin (9/9/2019) di ruang kerjanya. Fachrizal mengatakan, pihak sudah membuat jadwal untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kepada para tersangka guna merampungkan berkas dugaan korupsi tersebut.

" Besok kita lakukan pemeriksaan tambahan dua tiga tersangka dan lusa dua tersangka lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses perampungan berkas dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete," ujar Fachrizal.

Ketika disinggung terkait kondisi tersangka Samuel Ngebu yang saat ditetapkan sebagai tahanan kota karena alasan kesehatan (mengalami komplikasi penyakit), Fachrizal menjelaskan berdasarkan pantauan jaksa penyidik yang mendampingi tersangka berobat, kondisi tersangka Samuel sudah mulai membaik. Dirinya berharap, tersangka Samuel bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dari Kejari TTS.

Bupati dan Wabup Janji Jamin Keamanan Wisatawan Berkunjung ke Obyek Wisata Sumba Barat Daya

Info Terkini Persebaya Surabaya, Ini 1 Pemain Asing dan 5 Nama Pemain Lokal Incaran Bajul Ijo, SIMAK

" Minggu lalu waktu salah satu jaksa kita temani tersangka berobat ke RSUD Soe kondisinya sudah berangsur membaik. Kita berharap tersangka bisa penuhi panggilan pemeriksaan esok untuk mempercepat pemberkasan kasus ini," ujarnya.

Terkait kerugian negara dalam kasus tersebut dikatakan Fachrizal pihaknya masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP. Pasca perhitungan kerugian negara dikeluarkan BPKP, pihak jaksa penyidik juga akan melakukan pemeriksaaan saksi ahli dari BPKP terkait besaran kerugian negara tersebut.

" Kerugian negaranya masih sementara dihitung. Nanti setelah hitung habis, kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap BPKP selaku tim ahli dalam perhitungan kerugian negara tersebut," jelasnya.

Ketika ditanya terkait proses pemberkasan, Fachrizal menguraikan, untuk pemberkasan empat tersangka yaitu, Kadis PU Kabupaten TTS, Samuel Nggebu, Direktur CV Belindo Karya, Yohanes Fanggidae, Pengawas proyek, Timotius Tapatap dan pelaksanaan proyek, Jimmy Unbanuek sudah mencapai 90 persen atau hampir rampung.

Sedangkan berkas tersangka Jefry Un Banuek belum mencapai 90 persen karena Jefry sudah tiga kali mangkir dari panggilan.

Pihaknya berkomitmen, berkas tersangka mana yang sudah rampung akan dilimpahkan lebih dahulu. Sedangkan sisanya menyusul.

" Kita targetkan secepatnya kita akan limpahkan berkasnya untuk disidangkan," ujarnya.
Untuk diketahui Jefry Un Banunaek ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnele Lete tahun 2015. Pembangunan Embung yang menelan anggaran 756 juta tersebut terindikasi korupsi karena ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dan pembayaran yang tidak susai fisik pekerjaan.

Aliran uang pembayaran pekerjaan Embung Mnele Lete diduga kuat masuk ke rekening milik tersangka Jefry Unbanuek.

Selain Jefry Un Banunaek, Kejaksaan Negeri TTS juga menetapkan empat tersangka lainnya yaitu, Kadis PU Kabupaten TTS, Samuel Nggebu, Direktur CV Belindo Karya, Yohanes Fanggidae, Pengawas proyek, Timotius Tapatap dan pelaksanaan proyek, Jimmy Unbanuek.(din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved