Ali Oemar Fadaq Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Sumba Timur Sementara Periode 2019-2024

Ali Oemar Fadaq atau dikenal AOF di dunia politik dari partai Golkar itu, ditunjuk menjadi ketua DPRD Sumba Timur sementara periode 2019-2024. Sedan

Ali Oemar Fadaq Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Sumba Timur Sementara Periode 2019-2024
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Ali Oemar Fadaq sedang memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Ali Oemar Fadaq atau dikenal AOF di dunia politik dari partai Golkar itu, ditunjuk menjadi ketua DPRD Sumba Timur sementara periode 2019-2024. Sedangkan wakil ketua DPRD Sumba Timur sementara periode 2019-2014 Umbu Kahumbu Nggiku dari PDIP.

Keduanya ditunjuk menjadi ketua dan wakil ketua DPRD Sumba Timur itu dalam rapat Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Timur Dalam Rangka  Peresmian Pemberhentian Dengan Hormat DPRD Kabupaten Sumba Timur Masa Jabatan Tahun 2014-2019 dan Peresmian Pengangakatan DPRD Kabupaten Sumba Timur periode 2019-2024, yang berlangsung di ruang sidang DPRD Sumba Timur, Senin (9/9/2019).

AOF kepada wartawan usai Rapat Paripurna itu, mengatakan ia ditunjuk menjadi ketua DPRD sementara periode 2019-2024 dan wakil ketua sementara Umbu Kahumbu Nggiku dari PDIP.

AOF mengatakan, diangkatnya menjadi ketua DPRD sementara dan wakil ketua DPRD sementara berdasarkan amanat konstitusi. Hal ini dilakukan guna membentuk seluruh alat-alat kelengkapan dewan seperti fraksi, komisi dan lainya serta tata tertib dewan, setelah semuanya dibentuk baru pimpinan DPRD akan didevinitifkan.

AOF mengaku, kini SK DPP partai Golkar untuk menunjukNya sebagai ketua DPRD Sumba Timur secara devinitif, sudah ada.

Pesan Mantan Bupati Sikka, DPRD Baru Segera Sahkan RAPBD Perubahan  2019

"Memang SK DPP Golkar kebetulan memang sudah turun, sesuai SK DPP yang ditunjuk untuk menjadi ketua devinitif saya sendiri, kemudian dari PDIP juga pak Umbu Kahumbu Nggiku, nanti wakil satu lagi dari Nasdem,"ungkap AOF.

Terkait dengan ketertinggalan pembangunan Sumba Timur seperti sebagian besar penduduk Sumba Timur adalah miskin, SDM lemah, kasus kurang gizi, stunting, demam berdarah dan persoalan lain, kata AOF, pihaknya sebagai DPRD hanya mendorong Pemerintah untuk cepat menyelesaikan permasalahan itu. DPRD juga bermitra sejajar dengan Pemerintah.

"Kita akan mendorong pemerintah untuk supaya selesaikan persoalan ketertinggalan Sumba Timur. Kita harus gerak cepat ini waktu sudah tidak main-main lagi, kita realistis saja, mana yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat itu kita jalankan,"ungkap AOF.

Kata dia, dalam beberapa waktu kedepan DPRD Sumba Timur akan melakukan pembahasan dan penetapan Rancangan APBD Kabupaten Sumba Timur Tahun Anggaran 2020. Untuk menyesaikan itu dewan tidak dapat berjalan sendiri, dewan membutuhkan kerja sama yang solit baik secara internal dan eksternal dengan semua pihak terkait terutama dengan Pemda.

"impementasi tugas dan fungsi DPRD Tanpa membangun kemitraan sejajar dengan Pemda Sumba Timur maka lembaga DPRD akan sama seperti mayat berjalan. Sebaliknya juga Pemda tanpa ada dukungan kemitraan dari DPRD dia akan menjadi bangkai bernyawa,"ungkap AOF.

"Karena itu Pemerintah jagan jalan di depan kami, karena kami sulit mengikuti langkahmu, jangan pula berjalan di belakang kami, karena kami tidak dapat memberikan teladan dan contoh yang baik, tetapi berjalanlah di samping kami dan jadikanlah kami sebagai mitra sejajarmu sebagai mana mekanisme cek ini balance yang telah terpilih hingga saat ini,"tambah AOF.

AOF juga menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada para anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah bekerja sama-sama dengan Pemda Sumba Timur untuk Pembangunan masyarakat Sumba Timur di lima tahun sebelumnya. (*)

 
 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved