News

Heboh, Polisi Bongkar Kubur Bayi Abraham Mariano Moni di Bansone-TTU, Ada Apa?

Polres TTU merespons cepat permintaan keluarga untuk mengautopsi jenazah Abraham Mariano Moni

Heboh, Polisi Bongkar Kubur Bayi Abraham Mariano Moni di Bansone-TTU, Ada Apa?
POS KUPANG/THOMA MBENU NULANGI
Kubur korban yang dibongkar oleh anggota Polres TTU guna dilakukan proses autopsi di Bansone, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Tommy Mbenu

POS KUPANG, COM, KEFAMENANU - Polres TTU merespons cepat permintaan keluarga untuk mengautopsi jenazah Abraham Mariano Moni yang diduga korban malpraktik petugas medis di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Pada Kamis (5/9/2019), sekitar pukul 10.00 Wita, aparat Polres TTU bersama tim dokter forensik Mabes Polri membongkar kubur Abraham di RT 9/RW 3, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu-TTU.
Autopsi yang dipimpin AKBP dr. Wahyun Hidayat DP, MARS, SPF ini disaksikan orangtua korban dan pihak keluarga, para kerabat.

Orangtua korban, Tonci Moni, mengakui autopsi yang dilakukan Polres TTU menindaklanjuti permintaan keluarga untuk mengetahui penyebab kematian Abraham. Selain itu, tegas Tonci, autopsi juga dilakukan sebagai upaya pihak keluarga untuk mencari keadilan.

"Keluarga menduga kematian korban disebabkan malpraktik oknum petugas medis di Rumah Sakit Leona," tutur Tonci.

Tonci mengaku kesal terhadap oknum petugas medis yang saat itu menangani korban. "Saya kesal dan kecewa terhadap oknum petugas medis yang menangani dan menolak saat kondisi anak saya sedang kritis," terang Tonci kepada Pos Kupang, Kamis (5/9/2019).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berencana menindaklanjuti kasus dugaan malpraktik di Rumah Sakit Leona Kefamenanu ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Indonesia. Kasus ini menimpa bocah Abraham Mariano Moni.

"Yang berhak mengatakan bahwa yang terjadi di RS Leona sebagai dugaan malpraktik adalah MKEK Indonesia. Kita tidak menghakimi sendiri, semua itu akan dibawa ke ranah sana untuk diputuskan," ujar Ketua IDI Cabang TTU, dr. Nining Darmawijaja, di Kantor Bupati TTU, Rabu (4/9/2019).

Nining berjanji secepatnya kasus tersebut dibawa ke MKEK Indonesia untuk mengetahui apakan petugas medis di RS Leona melakukan tindakan malpraktik atau tidak.

Ke depan, kata Nining, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan manajemen RS Leona guna mengetahui kronologi dugaan malpraktik tersebut. "Nanti kita akan bicarakan. Kita akan panggil semua, kronologinya seperti apa, kita akan pertajam lagi," ungkapnya.

Nining serius mengusut tuntas kasus tersebut sehingga MKEK Indonesia memutuskan apakah disebut malpraktik atau tidak. *

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved