Akhiri Masa Tugas, Satgas Pamtas Yonmeks 741/GN Musnahkan Barang Bukti

Bahan Bakar Minya (BBM), minuman keras lokal, pakayan bekas yang layak pakai, serta mie instan.

Akhiri Masa Tugas, Satgas Pamtas Yonmeks 741/GN Musnahkan Barang Bukti
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Barang bukti berupa pakaian bekas dibakar oleh anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN di Makosatgas, Sabtu (7/9/2019). 

Akhiri Masa Tugas, Satgas Pamtas Yonmeks 741/GN Musnahkan Barang Bukti

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Mengakhiri masa tugas di daerah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN memusnahkan barang bukti yang merupakan hasil penggagalan selama bertugas di wikayah perbatasan.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut diantaranya, Bahan Bakar Minya (BBM), minuman keras lokal, pakayan bekas yang layak pakai, serta mie instan.

Kegiatan pemusnaha tersebut dilaksanakan di Makosatgas, Desa Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Sabtu (7/9/2019).

Hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut diantaranya Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, dan Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi.

Selain itu hadir pula Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra dan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132/BS Mayor Inf Wisyudha Utama serta para perwira Satgas.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra mengatakan, jumlah BBM hasil operasi yang dilakukan di wilayah diperbatasan sebanyak 2540 liter dengan rincian solar 1375 liter, bensin 946 liter, dan minyak tanah 220 liter.

Selain BBM, jelas Hendra, barang bukti yang juga berhasil digagalkan yakni tiga karung pakian bekas layak pakai, dua karung pupuk urea seberat 100 kg, tiga karung beras yang masih bisa dikonsumsi seberat 150 kg, serta minuman keras lokal sebanyak 445 liter.

"Jadi kegiatan pemusnahan ini dalam rangka purna tugas selama sembilan bulan kami bertugas di wikayah perbatasan," terangnya.

Hendra menjelaskan, tujuan pemusnahan barang bukti hasil penyelundupan selama sembilan bulan bertugas, supaya masyarakat di perbatasan tidak melakukan kegiatan penyelundupan lagi.

"Jadi percuma saja masyarakat melakukan kegiatan penyelundupan yang pada akhirnya diketahui oleh petugas kemudian disita," tegasnya.

Hendra mengungkapkan, tidak semua barang bukti yang berhasil digagalkan tersebut dibakar. Sisa barang bukti tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar Makosatgas.

"Misalnya pakayan impor layak pakai, BBM juga akan kami bagikan kepada masyarakat yang ada di Eban ini. Sistemnya dor to dor kita bagikan kepada mereka," jelasnya.

Berzina Sama Istri Sahabat, Oknum Polisi Ini Lari Tunggang Langgang Setengah Telanjang Warga Heboh

Rahasia Raffi Ahmad Dibongkar Dhawiya , Kabar Asha Shara Jadi Pelakor, Tyas Mirasih Mantan Terindah

Berdasarkan pantauan media ini, kegiatan pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara dibakar, disiram, dan sebagian yang masih dapat dimanfaatkan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved