UPT-PAD Sumba Timur Sudah Kumpulkan Pajak Kendaraan Pribadi Rp 683 Juta

Pajak sebesar itu dikumpulkan khusus dari kendaraan pribadi atau kendaraan tidak umum untuk bulan pertama sejak pemberlakuan Pergub tersebut.

UPT-PAD Sumba Timur Sudah Kumpulkan Pajak Kendaraan Pribadi Rp 683 Juta
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kepala UPT-PAD, Provinsi NTT, Wilayah Sumba Timur, Denny Samuel Sandy. 

Pemberlakuan Pergub Nomor 63 tahun 2019, UPT-PAD Sumba Timur Sudah Kumpulkan Pajak Kendaraan Pribadi Rp 683 Juta

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Sejak diberlakukan peraturan gubernur (Pergub) Nomor 63 tahun 2019, tentang pembebasan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor penyerahan kedua dan seterusnya, pihak Unit Pelaksana Teknis Pendapatan dan Aset Daerah (UPT-PAD), Provinsi NTT, Wilayah Sumba Timur, sudah berhasil mengumpulkan pajak sebesar Rp 683.072.897.

Pajak sebesar itu dikumpulkan khusus dari kendaraan pribadi atau kendaraan tidak umum untuk bulan pertama sejak pemberlakuan Pergub tersebut.

Kepala UPT-PAD, Provinsi NTT, Wilayah Sumba Timur, Denny Samuel Sandy, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (6/9/2019) mengatakan, secara umum kendaraan pribadi lebih banyak memanfaatkan kesempatan pemberlakuan Pergub tersebut.

Selain itu, karena memang jumlah kendaraan pribadi lebih banyak dari kendaraan umum, maupun kendaraan dinas.

Denny menjelaskan, pada bulan pertama atau pada bulan Agustus 2019 sejak diberlakukanya Pergub itu, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan pajak dari kendaraan pribadi atau kendaraan tidak umum itu sudah sebesar Rp 683.072.897.

Diuraikanya, pajak sebesar itu diperoleh dari jumlah kendaraan kendaraan pribadi yang sudah memanfaatkan kemudahan ini untuk bulan Agustus 2019, untuk kendaraan pribadi roda dua sudah sebanyak 710 unit yang membayar pajak dengan besaran pajak sebesar Rp 228.006.300.

Selain itu, truck dan light truck tidak umum sebanyak 64 unit dengan besaran pajak yang terbayar Rp 202.915.692 dan kendaraan jenis sedan, jeep, wagon, minibus sebanyak 64 kendaraan dengan total pajak terbayar sebesar Rp 143.076.204.

Selanjutnya untuk penerimaan bea balik nama kendaraan bermotor penyerahan kedua dan seterusnya, juga terbesar dari kendaraan tidak umum atau kendaraan pribadi yakni sebanyak 84 unit dengan total penerimaan pajaknya sebesar Rp 71.423.750., ditambah denda sebesar Rp 1.422.475, sehingga totalnya menjadi Rp 72.846.225.

Sementara untuk kendaraan dinas, jelas Denny, untuk jenis sedan, jeep, wagon atau minibus sebanyak delapan unit dengan nilai pajak terbayar sebesar Rp 9.858.765.

Bus/micro bus untuk kendaraan umum satu unit dan kendaraan dinas satu unit dengan besaran pajak sebesar Rp 1.422.435 dan Rp 789.880.

Selain itu, kendaraan truck dan light truck untuk kendaraan umum sebanyak satu unit dengan pajak sebesar Rp 1.508.000, dan kendaraan dinas sebanyak 12 unit dengan besaran pajak sebesar Rp 17.998.636., dan terakhir kendaraan dinas roda dua sebanyak 48 unit dengan pajak tertinggal yang tertagih yakni sebesar Rp 4.650.760.

Begini Aksi jika Nenek Cemburu, Angkat Kursi, si Kakek Ludahi Muka karena Dilarang Nyanyi

Pria 68 Tahun Perkosa Sapi di Hutan, Kong Akui Menyenangkan, Lihat Reaksi Masyarakat dan Polisi

"Ini baru bulan pertama, dan bulan kedua baru masuk hari kelima sehingga kita harapkan bulan kedua dan ketiga akan semakin banyak pemilik kendaraan yang saat ini menunggak pajak kendaraannya untuk bisa membayar. Karena ini adalah kemudahan yang diberikan pemerintah provinsi untuk memberikan keringanan bagi masyarakat,"pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved