Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya.

Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Kristen 6 September 2019 ''Idioten'' Kata yang Tepat untuk Para Pemabuk dan Simpatisannya 

Alkitab juga mencatat bahwa mabuk atau kemabukan adalah situasi dosa yang dibenci Tuhan dan hukuman dari Allah.

  Para Nabi Perjanjian Lama mengkitisi dosa umat dan para pemimpinnya  seperti para pemabuk yang minum-minum sampai muntah. 

“Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah!

Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu!” (Yeremia 25:27). Hukuman Tuhan akan membuat mereka malu dan menjadi bahan tertawaan seperti orang mentetawai para pemabuk

“Buatlah dia mabuk sebab dia membesarkan diri terhadap TUHAN! Moab akan berguling-guling dalam muntahnya, dan ia sendiripun akan menjadi tertawaan orang”. (Yeremia 48:26).

Bahkan juga pelukisan yang paling parah adalah situasi yang digambarkan sebagai hukuman mati (tidur untuk selama-lamanya): “jika mereka merasa panas, Aku akan menyediakan perjamuan bagi mereka, akan membuat mereka mabuk, supaya mereka menjadi pusing dan jatuh tertidur untuk selama-lamanya, tidak akan bangun-bangun lagi, demikianlah firman TUHAN.

40 Aku akan merebahkan mereka untuk dibantai seperti anak-anak kambing, seperti domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan” (Yeremi 51:39-40).

Jadi tunggu apalagi berhentilah mabuk, sadarlah, giatlah belajar dan bekerja dan terimalah ajakan Gubernur Viktor dan Wakil Gubernur Yosep Nai Soi untuk bangkit bersama demi NTT yang lebih sejahterah dan lawanlah mithos bahwa NTT adalah provinsi termiskin dan terbodoh! (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved