News

Kawitan NTT jadi Model Pertanian Nasional dalam Budidaya Padi dan Jagung, Ini Inovasi yang Dilakukan

Untuk mendekatkan pelayanan dengan petani, BPTP NTT menghadirkan Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan).

Kawitan NTT jadi Model Pertanian Nasional dalam Budidaya Padi dan Jagung, Ini Inovasi yang Dilakukan
POS KUPANG/EDY HAYON
Petani Poktan Amnekat-Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang bersama Kepala BPTP NTT Balitbangtan Kementan, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc dan tim, bergambar dengan latar belakang lahan jagung NASA29, Senin (2/9/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edi Hayong

POS KUPANG, COM, OELAMASI - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc, bersama jajarannya terus berinovasi dalam membantu petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam hal pembudidayaan padi dan jagung.

Untuk mendekatkan pelayanan dengan petani, BPTP NTT menghadirkan Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan). Keberadaan Kawitan dimaksudkan agar tidak ada jarak antara petani dan peneliti, juga penyuluh.

"Dengan pola pendekatan lapangan, diharapkan kehadiran Kawitan yang saat ini telah ada yakni Model Kawitan Padi di Noelbaki, Kupang Tengah, dan Model Kawitan Jagung di Oeteta, Sulamu, bisa dijadikan sebagai model diseminasi inovasi pertanian nasional," ujar Kepala BPTP NTT Balitbangtan Kementan, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc, di Kupang, Rabu (4/9/2019).

Syamsuddin pada kesempatan ini membentangkan persoalan yang kerap dialami petani di NTT.

Rendahnya adopsi inovasi pertanian, disebut Syamsuddin, mengakibatkan akses petani terhadap inovasi sangat terbatas dan lambat diterima.

Masalah lain, kata Syamsuddin, pendampingan oleh penyuluh sangat terbatas. Bahan-bahan diseminasipun terbatas di petani. BPTP NTT sesuai fungsinya sebagai diseminator inovasi, perlu membuat solusi untuk upaya percepatan diseminasi ke petani.

Terhadap persoalan yang dialami kebanyakan petani di NTT itu, lanjut Syamsuddin, model Kawitan menjadi salah satu alternatif dalam upaya percepatan atau hilirisasi inovasi pertanian dalam kawasan.

"Dalam Kawitan dibuat demplot untuk arena belajar bersama penyuluh daerah dan BPTP serta peneliti dan petani untuk peningkatan kapasitas dan demfarm inovasi pertanian dalam skala luas sebagai upaya adopsi atau penerapan inovasi langsung oleh petani," ujar pria low profile ini.

Syamsuddin yang lebih senang turun ke desa-desa ini menambahkan, dalam atau di tengah Kawitan dibuat Saung Inovasi. Maksudnya agar digunakan sebagai tempat pertemuan bersama antara petani, penyuluh, peneliti. Mereka bisa berdiskusi, belajar bersama serta istrahat jika rehat dari aktivitas kerja bertani.

"Di Saung Inovasi, dilengkapi info-info Teknogi berupa leaflet dan poster serta jadwal konsultasi dan pertemuan. Saat ini telah dibuat dua buah model Kawitan. Model Kawitan padi di Noelbaki dan model Kawitan jagung di Oeteta Sulamu," tambah pria murah senyum ini. *

Penulis: Edy Hayong
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved