Gubernur NTT Minta GAPENSI NTT Harus Keluar Dari Zona Nyaman, Apa Maksudnya?

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta kepada GAPENSI NTT agar keluar dari zona nyaman, ini maksudnya

Gubernur NTT Minta GAPENSI NTT Harus Keluar Dari Zona Nyaman, Apa Maksudnya?
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat membuka MUSDA IC GAPENSI dengan memukul gong, di Palacio Ballroom, Kamis (5/9/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berani keluar dari zona nyaman.

"Saya memantau dengan serius pengusaha NTT khususnya GAPENSI, tidak mengerti informasi apapun, sehingga mereka terlihat sangat terlambat. Oleh karena itu harus bisa keluar dari zona nyaman. Maka saya bilang GAPENSI jangan beradaptasi dengan regulasi, karena regulasi sesuatu kepastian untuk dilakukan," kata Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat membuka musyawarah daerah (musda) IX GAPENSI di Palacio Room Aston Hotel Kupang, Kamis (5/9/2019).

Ia menegaskan, beradaptasi pada perubahan zaman, tetapi yang tidak mau berubah maka akan mati. "Kalau ada pengusaha yang bangkrut, itu karena dia tidak mau berubah. Mengapa kita terlambat selama ini, karena seluruh kehidupan kita tidak beradaptasi dengan standar-standar perubahan zaman.

Bagaimana GAPENSI menjadi penggerak utama untuk membangun motivasi pengusaha lainnya membangun NTT," ujarnya.

Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) NTT di Palacio Ballroom Aston Hotel Kupang, Kamis (5/9/2019).
Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPENSI) NTT di Palacio Ballroom Aston Hotel Kupang, Kamis (5/9/2019). (POS KUPANG/YENI RACHMAWATI)

Ia mengatakan pengusaha harus cerdas, punya kepedulian dan berani mengambil resiko. Entrepreneur harus berani, kalau penakut itu lebih dari blo'on.

Menurutnya, organisasi ini merupakan gabungan pengusaha-pengusaha yang seharusnya hebat-hebat. Tapi menurutnya GAPENSI belum mengerti dengan Rantai Pasok.

Kementerian Pariwisata Gelar Festival Wonderful di PLBN Motamasin

Kenali 5 Penyebab Keluar Banyak Keringat, Tanda-tanda Idap Penyakit Berbahaya

"Bila mengerti maka tidak akan mengalami kesulitan yang luar biasa di NTT. Rantai Pasok itu berhubungan dengan rantai nilai. Beberapa kali audiens dengan GAPENSI, saya bilang NTT tidak bisa berkembang dengan cara berpikir yang lineal. Di dalam teori pariwisata, aksesibiliti jadi salah syarat mutlak. Tapi dimana kelompok ini sedang mengerjakan sebuah syarat mutlak dari sebuah pariwisata itu," jelas Viktor.

Ia mengatakan, tidak pernah melihat sebuah himpunan pengusaha yang mampu membangun rantai pasok dari seluruh infrastruktur yang dibangun di NTT.

Viktor mengatakan, GAPENSI sudah berusia 60 tahun tapi tidak mempunyai apa-apa untuk rantai pasok. Ini berarti para pengusaha salah memahami pembangunan rantai pasok.

KETERLALUAN! Bocah 2 Tahun di Langkat Dibantai Ayah Tiri,Digantung, Disulut Rokok, Dimasuk ke Karung

Ia mengatakan ide konstruksi harus datang dari GAPENSI yang bisa menuju pariwisata dengan menampilkan narasi.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved