Depdagri Minta DimusyawarahTentukan Wakil Ketua Sementara DPRD Sikka

Konsultasi pertelphon yang dilakukan Ketua Sementara DPRD Sikka, Donatus David, S.H, dengan Depagri menghendaki empat partai politik (Parpo

Depdagri Minta DimusyawarahTentukan Wakil Ketua Sementara DPRD Sikka
Pos-kupang.com/eginius  mo’a
Ketua  sementara  DPRD  Sikka, Donatus   David  (kiri), Senin  (26/8/2019)  setelah  pelantikan di  Kantor  DPRD Sikka,  Kota Maumere, Pulau  Flores. 

POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Disku rsus jabatan   Wakil  Ketua  Sementara  DPRD  Sikka di Pulau  Flores  akhirnya menggelinding  ke Dedagri  Jakarta.  

Konsultasi pertelphon  yang  dilakukan Ketua  Sementara  DPRD  Sikka, Donatus David,  S.H, dengan  Depagri menghendaki  empat  partai  politik  (Parpol)  yang memperoleh suara terbanyak  melakukan  musyawarah mufakat menentukan  jabatan wakil ketua  sementara.

“Konsultasi  pertelphon  kemarin  (Kamis)  ke  Depdagri  mengharapkan dilakukan musyawarah mufakat menentukan  wakil ketua sementara diantara  empat  Parpol yang memperoleh kursi sama,” kata  Donatus  David, kepada  pos-kupang.com,  Jumat    (6/9/2019)  di Maumere.

Wabup Lembata Minta Pemprov NTT Fokus Pada Kerja Sama Ekonomi NTT

Info Terkini Penonton Putaran 1, Persebaya dan Persija Teratas, Mengapa Persib Tak Masuk 5 Besar?

Keempat  Parpol memperoleh jumlah empat kursi di DPRD  Sikka,  yakni  PKB  yang kini  menjabat  wakil  ketua sementara, Partai  Golkar,  Hanura dan Partai  Golkar.

Donatus David    mengakui,  jabatan  wakil ketua sementara  dipegang PKB berdasarkan surat  KPU Kabupaten Sikka   merujuk  perolahan suara terbanyak dalam  Pemilu Legislatidf dan Presiden, 17 April  2019. PDIP  meraih suara  terbanyak pertama   mendapat   posisi ketua sementara dan PKB di  suara terbanyak  kedua pada  jabatan wakil ketua sementara.

Berdasarkan surat  KPU  Kabupaten  Sikka  ke  Sekretarioat  DPRD  Sikka, demikian Donatus  David,  sekretariat  DPRD  menyurati PDIP dan  PKB untuk mengirim   nama  calon  ketua   dan  wakil  ketua sementara.

“Semula  kita berharap sudah selesai dengan paripurna  pelantikan   anggota  DPRD dan  penetapan  ketua dan wakil ketua sementara. Ternyata Parpol  tidak setuju. Kami  sudah  sampaikan  permintaan maaf kepada  Parpol, sebab rujukan  PP  Nomor 12  tahun  2018.  Aturan kursi   terbanyak  bukan suara  terbanyak,”  kata  politisi  PDIP  Sikka ini. (laporan  wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a).

 

 

  

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved