Di Ende - NTT, Dugaan Kerugian Negara Akibat Mark Up Rekening Listrik Mencapai Rp 1,5 Miliar

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat mark up pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende melalui PT.Pos Indonesia Cabang Ende mencapai RP1,5 miliar

Di Ende - NTT, Dugaan Kerugian Negara Akibat Mark Up Rekening Listrik  Mencapai Rp 1,5 Miliar
PK/ROM
Abdon Toh SH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Kerugian negara yang ditimbulkan akibat mark up pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende melalui PT.Pos Indonesia Cabang Ende diduga mencapai RP1,5 miliar lebih selama kurun waktu tahun 2015 , 2016 hingga Juni tahun 2017.

Kasus tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarsono melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Calfari Toh mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com,Kamis (5/9/2019) di Ende.

Abdon mengatakan berdasarkna hasil ekspos perkara ditahap penyelidikan ditemukan adanya indikasi tindak pidana yang merugikan keuangan negara sehingga jaksa bersepakat statusnya dinaikan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Dalam tahap penyelidikan tim penyidik Kejaksaan Negeri Ende telah meminta keterangan dari pihak-pihak terkait seperti PDAM Ende dan juga PT PLN Area Flores Bagian Barat serta dari PT Pos Cabang Ende.

“Dari keterangan pihak-pihak terkait menunjukan adanya indikasi terjadinya mark up yang merugikan negara sehingga kasus tersebut secara hukum patut ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,”kata Abdon.

Abdon mengatkan pada tahap penyidikan tim penyidik juga akan kembali memeriksa para saksi maupun dokumen atau surat-surat yang terkait dengan dugaan mark up maupun barang bukti yang menguatkan terjadinya mark up.

Suami Gigit Leher Istri hingga Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Kabur Lewat Rawa, Bagai Vampire

Petani Mampu Bobol ATM dengan Saldo Rp 129 Juta, Ternyata Uangnya Dipakai Beli ini

FAKTA Kuntilanak? Penampakan di Rumah Raffi Ahmad, Sosok Rambut Panjang Baju Putih Berdiri di Cermin

“Bagi penyidik minimal dua barang bukti sudah cukup untuk menetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus mark up rekening listrik milik PDAM Ende,”kata Abdon.

Untuk diketahui Kejaksaan Negeri Ende mengusut dugaaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos dan Giro Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN.

Membuat Kiper Persib Cedera Parah,Ini Karma Pemain Persija, Diputus Kontrak dan Gaji Belum Dibayar?

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved