Profesor dari Satya Wacana Damping Pembentukan Bumdes Wologai Tengah Untuk Penelitian Ristekdikti

Target dari kegiatan riset kolaborasi tersebut adalah terbentuknya Bumdes dengan nilai-nilai kearifan lokal

Profesor dari Satya Wacana Damping Pembentukan Bumdes Wologai Tengah Untuk Penelitian Ristekdikti
Foto dari Profesor Intiyas Utami.
Foto bersama saat FGD di Wologai Tengah. 

Profesor dari Satya Wacana Damping Pembentukan Bumdes Wologai Tengah Untuk Penelitian Ristekdikti

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Profesor Intiyas Utami, bersama Aprina Nugrahesty, M.Ak dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) serta Yohanes Werang Kean dari Universitas Flores, mendampingi pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wologai Tengah di Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Dalam rilisnya yang diterima POS--KUPANG.COM di Labuan Bajo, Rabu (4/9/2019), dijelaskan bahwa pendampingan itu dalam rangka penelitian Ristekdikti.

"Target dari kegiatan riset kolaborasi tersebut adalah terbentuknya Bumdes dengan nilai-nilai kearifan lokal dan memiliki tata kelola yang baik," kata Intiyas Utami selaku Guru Besar UKSW dan Pegiat Bumdes.

Dia menjelaskan, tahap pertama riset adalah pengenalan potensi desa melalui kegiatan bentang desa dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, musalaki, perwakilan Taman Nasional Kelimutu, perwakilan masyarakat desa, dari kelompok PKK maupun dari BPD.

"Dalam FGD pada tanggal 19 sampai 20 Agustus 2019 lalu, ditemukenali bahwa keunggulan desa adat Wologai Tengah adalah desa wisata budaya dengan atraksi upacara adat dan desa adat, kafe penjualan kopi dan adanya air terjun," kata Intiyas.

Hal yang diperlukan kata dia, yakni sinergisitas antara pemerintah, yaitu Dinas Pariwisata dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam pembentukan Bumdes sampai pada pelaksanaan program Bumdes.

Dituduh Dukung Nikita Mirzani Saat Labrak Elza Syarief, Ini Jawaban Menohok Melaney Ricardo

UKAW Kupang Gelar Wisuda Periode September 2019, Segini Jumlahnya

Selain itu sangat diperlukan peran akademisi sebagai pendamping desa, mengingat pariwisata sebagai salah satu program pemerintah yang mampu menggerakan ekonomi melalui strategi program pendampingan intensif dan berkelanjutan. (LAPORAN REPORTER POS--KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved