Mahasiswa Unflor Advokasi Penggunaan Pupuk Di Desa Wolofeo

bahaya penggunaan pupuk dan pestisida kimia serta upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan

Mahasiswa Unflor Advokasi Penggunaan Pupuk Di Desa Wolofeo
POS KUPANG/ISTIMEWA
Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mahasiswa Prodi Agroteknologi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan Universitas Flores di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. 

Mahasiswa Unflor Advokasi Penggunaan Pupuk Di Desa Wolofeo

POS-KUPANG.COM|ENDE---Mahasiswa Prodi Agroteknologi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan Universitas Flores dan Dosen Pembimbing Lapangan Agustinus J.P. Ana Saga, S.P.,M.P; Yustina M.S.W. Pu’u, S.P., M.P; Baltasar Taruma Djata, S.E., M.Sc serta tenaga lapangan Charly Mutiara, S.P., M.Si mengadvokasi penggunaan pupuk bagi para petani di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Informasi yang diterima Pos Kupang.com dari tenaga lapangan Charly Mutiara, S.P., M.Si, Rabu (4/9/2019) mengatakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) yang dilaksanakan di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende itu didanai oleh Kemenristek Dikti melalui Skema Pengabdian Kepada Masyarakat tahun anggaran 2019.

Adapun tema dari kegiatan tersebut ujar Charly adalah “Pemberdayaan Masyarakat Petani dalam Pengelolaan Pupuk dan Pestisida Organik dari Tanaman Lokal di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende.

Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat petani di Desa Wolofeo tentang pupuk dan pestisida organik yang bisa didapatkan dari tanaman lokal sehingga dapat menekan input luar yang berlebihan.

Selain itu juga, untuk menyadarkan petani tentang bahaya penggunaan pupuk dan pestisida kimia serta upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan dalam kegiatan budidaya.

Charly mengatakan kegiatan ini melibatkan 20 mahasiswa yang berasal dari Prodi Agroteknologi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan Universitas Flores dengan Dosen Pembimbing Lapangan Agustinus J.P. Ana Saga, S.P.,M.P; Yustina M.S.W. Pu’u, S.P., M.P; Baltasar Taruma Djata, S.E., M.Sc serta tenaga lapangan Charly Mutiara, S.P., M.Si.

Kegiatan tersebut berlangsung dari 31 Juli 2019 dan akan berakhir pada tanggal 7 September 2019.

Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan yang semuanya dilakukan di Kantor Desa Wolofeo dan dikuti masyarakat dari 4 dusun yang ada yakni Nuasipi, Jalan Sumbu, Nuagiu, dan Detubapa. Selain itu juga dilaksanakan praktek langsung di kebun masyarakat.

Menurut Charly kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan yang berhubungan dengan kegiatan pola tanam sayur dan padi, pertanian organik dan anorganik.

Selain itu, pengendalian penanganan hama dan penyakit pada tanaman secara terpadu, Bumdes dan pemasaran produk pertanian, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati serta aplikasi pada tanaman kubis, petsai dan cabai keriting.

Selain itu juga dilakukan pelatihan berupa penangganan hama lalat buah pada cabai menggunakan perangkap petrogenol dari botol air mineral serta penangganan kutu kebul, thrips, dan Aphis sebagai vektor virus kuning pada cabai keriting menggunakan perangkap kuning serta pemberian ZPT auksin dan pupuk daun nitrogen,ujar Charly.

Artis Bima Aryo Disebut Terluka Bantu Lepas Gigitan Anjing Menewaskan ART

Pesta Nikah Berujung Ricuh, Polisi Bekuk 2 Pelaku Pengeroyokan

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kontinyu dan mendapatkan dukungan dari masyarakat dengan menyediakan waktu dan sarana prasarana.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved