Di Hamparan Pantai Waimana, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Flotim ‘Kencani’ Buku

Membaca buku, menemukan judul buku dan nama penulis hingga membuat catatan bagian isi buku yang berkesan.

Di Hamparan Pantai Waimana, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Flotim ‘Kencani’ Buku
Maksimus masan untuk pos-kupang.com.
Anggota Komuntas Literasi SMPN 1 Lewolema, Kabupaten Flotim, Pulau Flores, membaca buku di Pantai Waimana,Selasa (3/9/2019). 

Di Hamparan Pantai Waimana, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Flotim ‘Kencani’ Buku

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Se jumlah  35 pelajar SMPN  1 Lewolema,  Kecamatan  Ile Mandiri, Kabupaten  Flores   Timur  (Flotim)  tergabung  dalam Komunitas Literasi, Selasa  (3/9/2019) petang, beramai-ramai datang di Pantai Waimana II.  

Mereka  memenuhi  hamparan   pantai  ‘mengencani’ buku. 

Membaca buku, menemukan judul buku  dan nama penulis  hingga membuat catatan bagian isi buku yang berkesan.

Sekitar  50  judul  buku  dengan tema bervariasi,  karya sastra, profil tokoh dan buku  tema ilmiah disiapkan pembimbing literasi sekolah,  Maksimus Masan  Kian.

Menurut Maksi Masan, literasi selalu dilakukan di alam terbuka, pantai, kebun  bahkan halaman rumah warga.

"Pilihan di  alam terbuka  untuk mengatasi kejenuhan siswa dalam proses belajar.Setiap hari, sekian jam sejak pagi hingga siang, anak -anak melewati proses belajar di dalam kelas.  Di  alam terbuka melahirkan banyak ide dan inspirasi," ujar Maksi  Masan.

Maksi Masan,  Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Flotim  mengatakan membangun gerakan literasi membutuhkan kreativitas dan inovasi.

"Anak-anak cepat bosan kegiatan yang sama pada tempat yang sama. Jika sudah bosan  maka ruang imajinasi dan kreasi anak mati. Dari waktu ke waktu, kreasi menciptakan ragam kegiatan menjadi penting,” kata  Maksi Masan.

Menurut  Maksi  Masan, anak-anak  sangat  penasaran dan antusias  mengencani buku  yang masih baru  buat mereka. 

 Ketertarikan ini  motivasi mereka untuk  serius melewati proses belajar yang disiapkan ini. Berkencan dengan buku memberi manfaat pada penciptaan ketertarikan dan kecintaan anak akan buku.

Penulis   buku dan  pembimbing  kelas   literasi  SMPK  St.Gabriel Larantuka,  Jemi Piran,  membangun motivasi siswa  dan  menyadarkan anggota Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema tentang alam Flores Timur yang menarik dan inspiratif.

Istri Roger Danuarta Cut Meyriska Digosipkan Hamil Sebelum Nikah, Ternyata Foto Ini Jadi Penyebabnya

Kristianus Apresiasi Pendonor Darah di Nagekeo

Jika Ingin Berwisata Kesepuluh Lokasi Wisata di Sumba Hari Ini, Simak Cuacanya!

"Sadar sadar atau tidak, alam dan budaya kita orang Flores Timur sangat menarik dan inspiratif. Ada gunung, laut, sunset dan sunrise, hutan, seremoni adat, rumah adat, dan lain-lain sangat inspiratif. Beberapa buku yang saya tulis, inspirasi yang peroleh saat saya melalukan perjalanan pulang dan pergi ke tempat kerja. Adik -adik harus lebih banyak membaca dan peka melihat setiap fenomena alam di sekitarmu. Menulis bukanlah  hal yang sulit," ujar Jemi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved