Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu 1 September 2019, 'Adakah Tuhan Di tengah-tengah Kita?'

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu 1 September 2019, 'Adakah Tuhan Di tengah-tengah Kita?'

Editor: Eflin Rote
dokumentasi pribadi
Renungan Harian Kristen Protestan Minggu 1 September 2019, 'Adakah Tuhan Di tengah-tengah Kita?' 

Renungan Harian Minggu 1 September 2019

Oleh Pendeta Maria Monalisa Fanggidae Dethan, MTh

--

“Adakah Tuhan ditengah-tengah kita atau tidak?”

Menempuh sebuah perjalanan panjang bukanlah suatu perkara yang mudah bagi manusia, karena dalam perjalanan tersebut ada banyak hal yang akan dilewati dan dirasakan.

Suka dan derita akan menjadi penghias rute perjalanan bahkan reaksi yang ditimbulkan akibat dari penghias perjalanan juga sudah pasti berbeda-beda, namun itu merupakan suatu respon yang wajar karena ketika menghadapi suatu peristiwa, keadaan akan menuntun masing-masing orang untuk bereraksi sesuai dengan kondisinya.

Saya mencoba untuk memperjelas gambaran ini dengan cerita dari pelayanan kematian yang baru-baru ini saya layani, mama Emma (seorang jemaat yang berusia 61 tahun) bercerita tentang kehidupan rumah tangganya bersama almarhumah suaminya bapak alex.

Mereka telah menikah selama 45 tahun dan banyak sekali cerita menghiasi pernikahan mereka hingga ketika tuhan mengambil kembali suaminya lewat kematian.

Cerita yang sangat menyentuh adalah ketika mama emma mengisahkan tentang keadaan perekonomian mereka yang begitu sulit diawal pernikahan hingga akhirnya terlewati walaupun pengharapan seringkali dikalahkan oleh sikap pesimis diantara mereka. Banyak suka dan derita tetapi mereka melewati bersama, banyak pertengkaran tetapi akhirnya terwujud perdamaian.

Dalam pembacaan Firman Tuhan ini, Kitab Keluaran 1:1-7 dengan sangat jelas melukiskan situasi dan kondisi Israel yang pada saat itu juga sementara menempuh perjalanan yang sangat panjang, berjalan di padang gurun, melewati satu tempat persinggahan ke tempat persinggahan berikutnya, dan perjalanan yang mereka tempuh tersebut memakan waktu 40 tahun untuk bisa tiba ditanah Kanaan, tanah yang dijanjikan tuhan allah kepada mereka ketika dibebaskan dari perbudakan di Mesir.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved