News

Polres Belu Amankan Sembilan Unit Mobil Rental Hasil Penggelapan, Ini Modus Busuk Sang Pelaku

Dari sembilan mobil yang diamankan, ada yang tidak memiliki surat-surat.

Polres Belu Amankan Sembilan Unit Mobil Rental Hasil Penggelapan, Ini Modus Busuk Sang  Pelaku
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Ela Kini Bersyukur Mobilnya Berhasil Diamankan Polisi di Polres Belu 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Satuan Reskrim Polres Belu mengamankan sembilan dari 21 unit mobil yang diduga hasil penggelapan oleh pelaku berinisial SL. Dari sembilan mobil yang diamankan, ada yang tidak memiliki surat-surat.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, di Mapolres Belu, Kamis (29/8/2019), menyebut modus operandi yang dilakukan SL adalah dengan menyewa mobil (sistem rental) dengan pemilik mobil untuk dioperasikan di Kabupaten Belu dan Malaka.

Setelah disewapakai, pelaku membawa terus mobil lalu dijual kepada orang lain. Pelaku menjual mobil dengan harga sangat murah yakni berkisar Rp 15 juta sampai Rp 30 juta.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan satu mobil jenis ertiga yang dicurigakan.

Atas informasi itu, Tim Buser Polres Belu melakukan penelusuran sambil berkordinasi dengan Satlantas Polres dan Direktorat Lalulintas Polda NTT untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin mobil.

Hasil pengecekan diketahui bahwa mobil yang dicurigakan itu sedang bermasalah terkait tindakan penggelapan. Polisi pun melakukan penyelidikan hingga mendapat lagi sejumlah mobil dengan kasus serupa.

Polisi juga berkoordinasi dengan pemilik mobil. Dari koordinasi tersebut diketahui bahwa mobil-mobil tersebut merupakan hasil penggelapan oleh pelaku SL.

Dari penyelidikan polisi, ada 21 mobil yang diduga sebagai hasil penggelapan SL. Untuk sementara polisi mengamankan sembilan unit mobil.

Menurut Kapolres Tobing, pelaku SL masih dalam pengejaran polisi. Polres Belu sudah berkoordinasi dengan Polres TTS karena kejadian sewa pakai mobil tersebut paling banyak terjadi di SoE disusul Kota Kupang.

Pemilik mobil, Ari Penu, mengakui mobilnya disewa pelaku senilai Rp 4,5 juta per bulan. Bulan pertama pelaku lancar membayar, namun setelah satu bulan mulai macet dan pelaku sulit dihubungi. Pelaku diketahui bernama Sarah.

Hal senada dialami Ela Keni asal Kupang, namun mobilnya belum ditemukan. Menurut Ela, mobilnya disewa pelaku bernama Sarah sejak 15 Agustus 2019, dengan harga Rp 6 juta per bulan.

Setelah satu minggu kemudian, pelaku susah dihubungi dan kini mereka tidak mengetahui keberadaan pelaku dan mobilnya. Ela dan suaminya Patrik yang datang ke Polres Belu untuk mengecek mobil ternyata belum ada. *

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved