Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen 30 Agustus 2019 Keunggulan Orang Beriman Bukan Pada Wacana tapi Teladan & Kesetiaan

Renungan Kristen 30 Agustus 2019 Keunggulan Orang Beriman Bukan Pada Wacana tapi Teladan & Kesetiaan.

Editor: maria anitoda
istimewa
Renungan Kristen 30 Agustus 2019 Keunggulan Orang Beriman Bukan Pada Wacana tapi Teladan & Kesetiaan 

Kristus telah menunjukkan teladan ketekunan (Ibrani 12:3 “3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.”).

 Jika orang teguh imannnya dan kuat harapannya kepada Kristus, maka mereka tidak gampang termakan hujatan, hinaan dan apalagi murtad dari imannya semula. Sipenulis ibrani memberi contoh-contoh dan peringatan dari bahaya kemurtadan yang membawa kepada penghukuman dan kebinasaan (Ibrani 3:7-4:13).

Contoh-contoh dan peringatan yang diambil dari kegagalan umat Israel sewaktu berada di padang gurun menuju tanah Perjanjian.

Jika dalam Ibrani 3:1-6 adalah perbandingan antara Yesus dan Musa, maka bagian Ibrani 3:7 dstnya adalah perbandingan antara umat yang berada dalam Perjanjian Yang  Lama dibawah tuntunan Musa dan umat yang berada dalam Perjanjian Yang Baru dibawah tuntunan Yesus Kristus.

Dibawah kepemimpinan Musa umat Allah dibebaskan dari Mesir dengan lambang darah domba Paskah yang kemudian dirayakan Israel setiap tahunnya hingga kini. Mereka dimpimpin dan dibawa oleh Musa melewati Laut Merah, tetapi kemudian karena dosa dan pemberontakan mereka mereka dihukum Allah dipadang gurun (Ibrani 3:7-11, bandingkan 1 Kor 10:1-5 “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.  

2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.”). 

Melalui Kristus seluruh umat manusia dan dunia dibebaskan dari penghukuman dosa, bukan lagi dengan darah domba paskah, tetapi Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya sendiri. Yesus adalah domba Paskah itu sendiri.

 40 tahun Allah menuntun umat Israel dari pandang gurun, tetapi selama itu juga karena dosa dan pelanggaran mereka memberontak kepada Allah dan menghambat langkah kaki mereka sendiri untuk memasuki tanah perjanjian yang telah disiapkan Tuhan.

 Dosa dan pelanggaran menghambat langkah kaki mereka untuk masuk merasakan berkat-berkat Allah di tanah Perjanjian.

Oleh karena itu si penulis Surat Ibrani mengingatkan orang Kristen sebagai “Israel Baru”, bahwa mereka juga telah diselamatkan oleh Yesus sebagai anak domba Allah dan hendaknya berpegang teguh kepada jalan-jalan yang ditunjukkan Allah serta berpengang teguh janji Allah.

Untuk luput dari kebinasaan dan penghukuman maka orang beriman diminta untuk tidak menyia-nyiakan keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus dan tidak mengabaikan tanda-tanda mujisat yang sudah ditunjukkan-Nya (Ibrani 2:2, 4), namun sebaliknya berpegang kepada janji Allah, bersedia berjalan pada jalan-jalan yang ditunjukkannnya  dan dengan penuh kewaspadaan mengikuti-Nya (Ibrani 4:1).

Orang Kristen yang telah membuat suatu pengakuan iman mereka kepada Yesus Kristus harus mempertahankannya dari segala situasi dan godaan, apakah itu ketenaran, kekayaan atau kekuasaaan. Sekarang dan hingga kapan pun mereka harus berpegang teguh kepada pengakuan tersebut (lihat Ibrani 4:14; 10:23).

Jadi  orang Kristen tidak akan mudah terpengaruh dengan provakasi dan ujaran-ujaran kebencian dan sikap-sikap yang merendahkan kepada mereka, karena sudah sejak awal para penulis alkitab dan para rasul telah membekali dengan ajaran-ajaran yang menyejukan yang lebih diandalkan kepada akal sehat dan sikap iman yang benar. 

Jadi mau datang dan muncul lagi orang-orang aneh dengan tutur kata dan perilaku mereka yang menghina orang Kristen itu sudah biasa dan dianggap angin lalu.

Karena untuk orang-orang yang seperti itu , yakni yang mengcaukan kehidupan berbangsa dan bernegara, biarlah diurus oleh aparat pemerintah dan pihak berwenang, sedangkan orang Kristen akan mengurus imannya dan mengoreksi diri serta berkarya dengan baik demi kemajuan bangsa dan demi kemanusiaan serta kemuliaan nama Tuhan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved