Pria di Filipina Gergaji Leher Keponakannya sampai Putus Gegara Mabuk Berat, Dikira Pohon Kelapa

Dalam keadaan mabuk berat setelah meminum minuman beralkohol, seorang pria tidak sadar memotong leher keponakannya sampai putus.

Shutterstock
Ilustrasi mabuk. 

Tak lama setelah itu, kata Simon Satpol PP Kota Kupang datang lalu membawa NG dan SA ke Kantor Satpol PP. "Saat Satpol PP Kota Kupang datang NG dan SA sudah ada di mobil hijau. Mereka mau diantar oleh anggota polisi dan anggota Satpol PP Kabupaten Kupang ke kantor Satpol PP Kota Kupang, tapi lalu dipindahkan ke mobil keranjang Satpol PP Kota Kupang," ungkapnya.

Ia mengatakan, jika NG dan SA memang tetap berniat melanjutkan pendidikan di SMA Nesi Neomat, ia bersedia menerima dan melakukan pendampingan agar bisa lebih baik.

"Ada banyak faktor mengapa mental mereka begitu. Mungkin dari keluarga, atau lingkungan tapi kalau mereka masih mau sekolah kita didik mereka supaya jadi lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Kota Kupang, Frasisko Amaral ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya mengaku, sudah melakukan pembinaan kepada NG dan SA. "Tadi sudah diamankan dan sudah dikembalikan ke keluarga. NG di ke Kelapa Lima kalau SA ke BTN Kolhua," ungkapnya.

Ia menjelaskan, NG dan SA minum minuman keras tadi malam hingga hampir subuh, bahkan sebelum ke sekolah pun mereka masih sempat meneguk minuman.

"Itu pengakuan mereka, tapi mereka belum cukup sadar ketika memberikan keterangan," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved