Temuan Saat Operasi Patuh Turangga di Polres Belu, Pelanggaran Lalulintas Meningkat

Temuan saat Operasi Patuh Turangga di Polres Belu, pelanggaran lalulintas meningkat

Temuan Saat Operasi Patuh Turangga di Polres Belu, Pelanggaran Lalulintas  Meningkat
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing selaku pemimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga, di Mapolres Belu, Kamis (29/8/2019) 

Temuan saat Operasi Patuh Turangga di Polres Belu, pelanggaran lalulintas meningkat

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Data pelanggaran dan kecelakaan lalulintas operasi patuh di wilayah hukum Polres Belu meningkat tahun 2018.

Hal itu dikatakan Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing dalam sambutannya saat Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga 2019 tingkat Polres Belu, Kamis (29/8/2019).

Hari Pertama Operasi Patuh Turangga, Ini yang Paling Banyak Ditemukan Tim Gabungan

Menurut Tobing, kecelakaan lalulintas operasi patuh di wilayah hukum Polres Belu tahun 2018 sebanyak delapan kasus atau meningkat enam kasus dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak dua kasus.

Jumlah korban meninggal dunia operasi patuh tahun 2018 tidak ada atau 0 persen. Sama hal juga dengan operasi patuh tahun 2017 tidak ada korban meninggal dunia.

Untuk korban luka berat operasi patuh tahun 2018 sebanyak lima orang. Jumlah ini mengalami peningkat sebanyak empat orang dibandingkan periode yang sama tahun 2017 hanya satu orang meninggal dunia.

Pilkada Sumba Barat, Niga-Toni Kompak Jawab, Tunggu Waktu Tepat Umumkan Jilid II atau Bubar

Sedangkan pelanggaran lalulintas operasi patuh tahun 2018 sebanyak 438 pelanggaran. Jumlah ini meningkat 285 pelanggaran dibandingkan periode yang sama tahun 2017 hanya 153 pelanggaran.

Menurut Tobing, hasil evaluasi secara keseluruhan menunjukan, dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan.

Kapolres Tobing mengatakan, permasalahan di bidang lalulintas dewasa ini telah berkembang dengan pesat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekwensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved