Selasa, 14 April 2026

Wim Sebut Uang Komite Diberikan Secara Sukarela

Ketua Komite SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae, Wim de Rozari, menyebutkan, bahwa uang komite diberikan secara sukarel

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Wim De Rosari 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Komite SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae, Wim de Rozari, menyebutkan, bahwa uang komite diberikan secara sukarela.

Uang komite diberikan tanpa ada paksaan. Jika ada diberikan kepada sekolah dan kalaupun tidak ada pihak sekolah tidak pernah meminta.

"Untuk uang sekolah ada. Itu bukan uang komite. Sedangkan uang komite sumbang sukarela dari warga komite," ungkap Wim, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (27/8/2019).

Ia mengatakan untuk menentukan besaran uang sekolah pada dasarnya kesepakatan bersama dan itu melalui rapat komite.

Calon Suami Luna Maya Disebut Kaya, Mapan & Setia, Ini Profesinya, Penantian Panjang Tak Sia-sia

Gubernur NTT Pantau Lokasi Pembukaan Sidang Raya XVII PGI di Puru Kambera, Sumba Timur

"Bahwa regulasi mengatur tidak boleh memungut uang komite, maka kita alihkan ke uang sekolah. Kalau uang sekolah itu diatur oleh pihak sekolah melalui rapat komite," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk SMA Fransiskus Boawae, jumlah uang sekolah per siswa 2.300.000 rupiah. Uang tersebut dipakai untuk membayar gaji guru yaitu 75% sedangakan 25% untuk sarana prasarana.

"Kalau di SMA Fransiskus jika ada adik dan kakak kandung yang sekolah disana, hanya satu orang saja yang bayar penuh. Sedangkan satu orangnya bayar hanya setengah. Kami berikan keringanan.
Uang sekolah 2.300.000 persiswa.  75% untuk gaji guru dan 25 % sarana prasarana sekolah," papar Wim.

Pemain Persib Bandung Lakukan Kesalahan yang Sama, Belum Putus Tren Negatif Persib Bandung, Ini Kata

Ia menjelaskan keputusan penetapan uang sekolah itu melalui rapat bersama komite. Menghadirkan pihak sekolah (pengurus komite, kepala sekolah dan warga komite). Keputusan itu atas keputusan bersama warga komite.

"Untuk SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae akan ditetapkan jumlah uang sekolah, gaji guru selesai rapat komite pada awal September," ungkapnya.

Ia mengatakan pihak sekolah memberikan beasiswa dengan kategori miskin dan berprestasi.

Di SMA Fransiskus Boawae, kata Wim 99% orangtua siswa merupakan petani. Dana bos tidak cukup.

Ia mengatakan pihak sekolah tidak mau mengorbankan anak. Seharusnya orangtua yang bertanggungjawab.

"Di SMA Fransiskus Boawae uang sekolah dibayar dengan sistem tahapan. Ada empat tahap, per triwulan baru di bayar," ujar Wim.

Ia mengatakan sekolah terus untuk meningkatkan dan mendorong untuk terus berbenah sehingga menghasilkan generasi unggul dari SMA Fransiskus Boawae. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved