Plan Indonesia Ajak Anak Muda untuk Bertani Hortikultura

Plan Indonesia mengajak anak muda di Kabupaten TTS untuk menjadi petani hortikultura.

Plan Indonesia Ajak Anak Muda untuk Bertani Hortikultura
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Direktur eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten TTS, Frans Nitsae dan para undangan lainnya sedang melakukan penanaman anakan paria di Desa Oe'ekam. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Plan Indonesia mengajak anak muda di Kabupaten TTS untuk menjadi petani hortikultura. Pasalnya saat ini potensi bisnis hortikultura sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, pada Rabu (28/8/2019) bertempat di Desa Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur dilakukan launching program green skill II.

Direktur eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, pasca suksesnya program green skill 1, saat ini Plan Indonesia kembali melanjutkannya dengan program green skill 2.

Lewat program ini, Plan Indonesia ingin bergerak membangun Pertanian di Kabupaten TTS dimana anak-anak muda khususnya kaum perempuan menjadi lokomotif utamanya.

Makin Banyak Kapal Wisata dari Luar Beroperasi di Labuan Bajo, Mengabaikan Kontribusi

Lewat program ini, para anak muda diberikan pelatihan, pendamping, bantuan modal usaha untuk menjadi petani hortikultura yang profesional. Pasalnya saat ini peluang bisnis hortikultura sangat menjanjikan kesuksesan.

"Sasaran kita di green skill 2 ini adalah anak muda khususnya perempuan. Kami percaya jika perempuan-perempuan di Kabupaten TTS mampu menjadi petani hortikultura yang sukses. Lewat pelatihan dan pendampingan dari kita (Plan Indonesia) dan CV Duta Agro Mandiri kami optimis bisa mencetak anak-anak muda sukses yang bergerak di bidang hortikultura," ungkapnya.

Mencicip Gurihnya Kerupuk Ikan Tuna Balauring

Untuk green skill 2 sendiri lanjutnya, menyasar 30 kelompok tani di 46 Desa di Kabupaten TTS. Ada 120 Ha lahan yang akan digarap dalam program yang akan bergulir selama tiga tahun ke depan ini.

Untuk menyukseskan program ini, Dini berharap adanya dukungan dari pemerintah Kabupaten TTS, khususnya Dinas Pertanian dan dukungan dari lembaga perbankan untuk memberikan bantuan pinjaman modal usaha.

"Kita berharap Dinas Pertanian juga bisa membantu kita baik pendamping, alat pertanian maupun bibit untuk menyukseskan program ini. Teman-teman dari lembaga perbankan juga bisa berperan dalam memberikan bantuan modal usaha sehingga usaha pertanian hortikultura bisa berkembang," pintanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten TTS, Frans Nitsae mengatakan siap mendudung menyukseskan program green skill 2 di Kabupaten TTS.

Dinas pertanian siap memberikan pendampingan maupun bibit tanaman hortikultura kepada kelompok sasaran dalam program green skill 2.

"Ini program yang bagus dan sejalan dengan program pak bupati dan wakil bupati. Kita ingin pertanian menjadi lokomotif yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat menuju kesejahteraan," pungkasnya.

Kepada Desa Oe'ekam, J Nabunome mengatakan, pemerintah desa siap mendukung kesuksesan program green skill 2.

Pasalnya potensi hortikultura di Desa Oe'ekam cukup menjanjikan hanya terkendala dengan air.
Dengan menerapakan sistem irigasi tetes bisa menghemat penggunaan air untuk kebutuhan irigasi.

Pantauan POS-KUPANG.COM, peluncuran program green skill ditandai dengan penanaman anakan sayuran paria di lahan pertanian Desa Oe'ekam.

Menariknya, di lahan seluas hampir 1 Ha ini, sudah menggunakan sistem irigasi tetes untuk menghemat penggunaan air. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved