Penjelasan Dwi Sawung, Benarkah Ibu Kota Baru Memindah Masalah Jakarta ke Kalimantan?

Penjelasan Dwi Sawung, Benarkah Bangun Ibu Kota Baru Memindah Masalah Jakarta ke Kalimantan?

Penjelasan Dwi Sawung, Benarkah Ibu Kota Baru Memindah Masalah Jakarta ke Kalimantan?
KOMPAS.com/ementerian PUPR
Ruang terbuka hijau ibu kota negara yang bisa diakses semua kalangan. 

Penjelasan Dwi Sawung, Benarkah Bangun Ibu Kota Baru Memindah Masalah Jakarta ke Kalimantan?

POS-KUPANG.COM - Beragam tanggapan muncul atas rencana Pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Sebagian mendukung rencana tersebut, namun sebagian yang lain justru mempertanyakan proyek besar negara yang diproyeksikan akan menelan biaya Rp 466 triliun itu.

Berkas Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Oleh Kades Sungkaen Sudah Lengkap

Salah satunya Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) Dwi Sawung.

Ia menilai upaya pemindahan ibu kota tak ubahnya memindahkan masalah yang ada di Jakarta ke tempat yang baru, yakni Kalimantan. Hal itu jika Pemerintah tidak memiliki konsep baru yang baik dan matang akan pemindahan pusat pemerintahan yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2024.

"Iya diganti (sistem-sistem lamanya). Atau kalau enggak minta data kalau yang sistem manajemen ya, minta data yang kayak sekarang antar kementerian enggak ada terhubung, ya sama saja enggak ada bedanya," ujar Dwi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/8/2019) sore.

Sekda NTT Ingatkan Aparatur Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa

Dwi menjelaskan, permasalahan lama yang ada di Jakarta sebagai ibu kota salah satunya terletak pada sistem pengelolaan limbah.

"Pengolahan limbah lah ya misalnya, Jakarta ini kan berantakan pengolahan limbahnya. Dari feses, dari cucian, itu kan harusnya terpisah. Di Jakarta, wah liar sudah kayak begini," kata Dwi.

Jika permasalahan ini tidak segera dibenahi, maka masalah di Jakarta bukan tidak mungkin akan kembali terulang di Kalimantan.

"Kalau enggak terurus, kayak Jakarta. Sungainya (kandungan) E-coli-nya tinggi," ujar Dwi.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved