Minuman Sophia Menanti MoU dengan Perusahaan

Bila sudah ada MoU dengan perusahaan maka perusahaan harus mengcover semua produk minuman alkohol made NTT.

Minuman Sophia Menanti MoU dengan Perusahaan
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Suasana Tos bersama menggunakan Sophia di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT , Sabtu (17/8/2019) malam. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sampai saat ini, sudah ada beberapa investor yang datang untuk memproduksi Sophia.

"Bila sudah ada MoU dengan perusahaan maka harus mengcover semua produk minuman alkohol made NTT.  Perusahaan beli kembali dan diproduksi ulang. Yang jelas namanya Sophia dan dilabeli Disperindag, kemudian akan diproses untuk dibuat standar dari Undana menjadi standar Sophia. Rencananya akan dijual Rp 1 juta/liter," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, M Nasir Abdullah, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/8/2019).

Dia menjelaskan, untuk minuman khas NTT Sophia telah diluncurkan sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 44 tahun 2019, tentang minuman tradisional beralkohol.

Pergub tersebut mengatur cara produksi dan pencegahan pada penyalahan penggunaaan produksi dan konsumsi. Ia mengatakan khusus untuk pengawasan perindustrian dan perdagangan ada 29 ribuan binaan Industri Kecil Menengah (IKM) di seluruh NTT.

IKM ini memproduksi Sophia baik Sumba, Flores Timor dan Alor.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, sophia baik secara kultur dan ekonomi sudah berkontribusi kepada kehidupan masyarakat NTT. Gubernur menginginkan mengangkat status alkohol ke produk yang punya nilai ekonomi dan mencegah terjadi konsumsi diluar kebiasaan atau batas usia yang belum mencukupi. Sophia hanya boleh dikonsumsi oleh mereka yang berusia 21 tahun ke atas," tuturnya.

Lanjutnya, dari 29 ribu IKM hanya memproduksi dan dibeli oleh produsen yang akan melakukan fregmentasi ulang sampai melahirkan produk tradisional moderen sehingga mencapai minuman yang terstandarisasi.

"Untuk mencapai standar pemerintah melakukan MoU dengan Undana," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved