Mendag Janji Kerja Sama Dengan Eksportir untuk Kendalikan Harga Bawang Putih di Kupang

Harga bawang putih di pasar tradisional di Kota Kupang, dinilai masih tinggi karena itu menteri perdagangan janji akan kerja sama dengan eksportir

Mendag Janji Kerja Sama Dengan Eksportir untuk Kendalikan Harga Bawang Putih di Kupang
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita didampingi Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat memantau harga bahan pokok makanan di pasar tradisional Naikoten, Jumat (23/8/2019) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita berjanji akan melakukan kerja sama dengan eksportir untuk memasukan bawang putih ke Nusa Tenggara Timur (NTT) jika NTT dianggap sebagai daerah minus.

"Beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita telah melakukan peninjauan harga bahan pokok makanan di pasar tradisional di kota Kupang. Harga bawang putih berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000. Seharusnya bisa turun hingga Rp 29.000. Janjinya Mendag akan melakukan kerja sama dengan eksportir untuk memasuki daerah surplus. Kalau NTT dianggap sebagai daerah minus maka bawang putih akan dipasok ke NTT," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, M Nasir Abdullah, di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan pedagang, bulan depan harga bawang putih naik. "Itu hanya siklus tahunan dan kebiasaan," katanya.

Zaskia Adya Mecca Unggah Video Istri Ahok BTP Puput Nastiti Devi Hamil ,Saat Veronica Tan Dicalonkan

Nasir menambahkan, harga bawang putih pernah melonjak hingga Rp 90.000/kg di NTT. Sedangkan di Jakarta mencapai hingga Rp 120.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini terjadi karena pasca panen ketersediaan bawang putih tidak bisa mencukupi permintaan masyarakat. Jadi bawang putih diimpor dari Taiwan.

"Harga bawang putih melonjak saat Lebaran karena kebutuhan meningkat tidak diimbangi dengan suplai yang masuk. Jadi mau tidak mau terjadi kenaikan harga," katanya.

Pedagang bawang putih, Duwek yang ditemui di Pasar Kasih, Senin (26/8/2019) menjelaskan, harga bawang putih berangsur turun dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 35.000/kg.

"Harga ini sudah menjadi harga standar untuk bulan ini. Karena kemungkinan besar bulan depan harga bawang akan naik kembali. Biasanya bulan ini harga bawang putih turun dan bulan depan bisa naik lagi. Karena keterbatasan stok atau pun pengiriman bawang yang terlambat," jelasnya.

Duwek menegaskan, bawang putih yang dijual merupakan bawang putih impor karena bawang putih lokal tidak ada.

Saat ini, Duwek memiliki stok bawang putih 10 karung, dimana setiap karung berisi 18 kg.
Sementara untuk bawang merah, saat ini menjadi Rp 15.000 per kilogram.

"Harga bawang merah sedang murah karena mulai musim. Kemungkinan harganya bisa turun lagi bila persediaannya banyak," ujarnya.

Untuk bawang merah, Duwek mengaku, merupakan produksi lokal Semau, Rote dan Kupang Barat.
Terkait stok bawang merah, kata Duwek, tak ingin menyimpan dalam jumlah yang banyak karena pernah mengalami kerugian hingga Rp 15 juta.

"Saat itu saya mengambil bawang merah seharga Rp 22.000 dua ton lebih, tidak lama harga bawang merah turun. Saya rugi, jadi saya tidak mau lagi ambil banyak lagi," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati )

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved