Dugaan Penggunaan Air PDAM Untuk Kolam Renang Hotel, Ini Pengakuan Direktur PDAM

ada sorotan dari pihak tertentu, itu karena mereka belum tahu sistem dan pola yang dilakukan hotel pemilik kolam renang. Ai

Dugaan Penggunaan Air PDAM Untuk Kolam Renang Hotel,  Ini Pengakuan Direktur PDAM
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Warga di Mbarata Labuan Bajo, sampai saat ini kesulitan air bersih. 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo Aurelius Hubertus Endo, menjelaskan bahwa sorotan dari pihak tertentu berkaitan dengan penggunaan air PDAM di kolam renang pada sejumlah hotel di Labuan Bajo karena belum mengetahui pola yang dilakukan pihak hotel.

"Kalau ada sorotan dari pihak tertentu, itu karena mereka belum tahu sistem dan pola yang dilakukan hotel pemilik kolam renang. Air PDAM yang diisi ke dalam kolam renang itu hanya sekali saja diawal. Selanjutnya menggunakan sistem mereka, diolah agar air itu dipakai terus-menerus," kata Aurelius.

Dia dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Selasa (27/8/2019).

Dia menjelaskan, jumlah hotel di Labuan Bajo yang saat ini menjadi pelanggan air PDAM sebanyak 13 hotel.
Namun tidak semuanya memiliki kolam renang.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan kolam renang di sejumlah hotel di Labuan Bajo saat warga kesulitan air bersih, menjadi sorotan.

Padi Sawah Diserang Hama,Petani Desa Tanamanang, Sumba Timur Alami Kerugian 5 Juta,Ini Infonya

Pasalnya hotel tidak dilarang membangun kolam renang asalkan airnya tidak menggunakan air PDAM tetapi air laut yang diolah dengan baik.

Demikian yang disarankan salah satu pelaku pariwisata di Labuan Bajo Matheus Siagiaan, kepada POS--KUPANG.COM, Selasa (27/8/2019).

"Pemerintah harus mengambil langkah sebagai regulator untuk mengeluarkan aturan-aturan darurat yang strategis untuk menyelamatkan rakyatnya dari krisis air ini. Salah satu aturan darurat adalah dengan melarang pembangunan kolam renang. Kalau mau bangun kolam renang, gunakan air laut," kata Matheus.

Dirut Bank NTT Serahkan Kunci Gedung SDN Oebenaf kepada Bupati TTU

Menurutnya, banyak obyek wisata di dunia yang melakukan hal itu.

"Ada beberapa kawasan menggunakan kolam renang air asin sebagai tanggapan eco-friendly. Ingat, turis datang ke Labuan Bajo bukan untuk berenang di kolam renang. Turis datang ke Labuan Bajo untuk berenang di laut dan cunca-cunca atau air terjun," kata Matheus.

Hal itu kata dia bisa dilihat dari minat turis inap di hotel yang ada kolam renangnya dan di hotel yang tanpa kolam renang.

"Hal ini juga dapat dijadikan catatan bagi pemerintah, yaitu perhitungan kualitas hotel tidak hanya berdasarkan jumlah bintang yang mengharuskan suatu hotel memiliki fasilitas kolam renang. Pariwisata harusnya tumbuh memberi manfaat buat masyarakat, bukan memberi masalah," kata Matheus.(LAPORAN REPORTER POS--KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved