Ikatan Dokter Indonesia Tak Mau Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual, Begini Penjelasannya!

Ikatan Dokter Indonesia Tak Mau Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual, Begini Penjelasannya

Ikatan Dokter Indonesia Tak Mau Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual, Begini Penjelasannya!
Net via Banjarmasin Post
Ilustrasi Kebiri 

Ikatan Dokter Indonesia Tak Mau Kebiri Pelaku Kejahatan Seksual, Begini Penjelasannya!

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap pada sikap awalnya tak bersedia mengeksekusi hukuman kebiri kimia kepada pelaku kekerasan seksual.

Dikutip dari canal youtube Kompas TV, Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Anggota IDI , Dokter H.N. Nazar menolak menjadi eksekutor putusan Pengadilan Negeri Mojokerto , soal hukum kebiri kimiawi terpidana paedofilia Mojokerto .

Hukuman tambahan ini dinilai tak sesuai dengan prinsip dan kode etik kedokteran . Selain itu, efek dari kebiri kimiawi membahayakan keselamatan.
 

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia

Hukuman kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak , baru pertama kali terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur .

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Wisnu mengatakan, dari sekian kasus kejahatan seksual, khususnya pemerkosaan yang diajukan ke pengadilan, baru kali ini keluar vonis hukuman kebiri kimia.

Jika ada Tanda Ini, Segera Akhiri Hubungan Kalian, Tak Ada Guna Lagi

Cinta Terlarang, Gadis ke Rumah Pacarnya, Minta Dipeluk, Kejang dan Tewas, Apa Penyebabnya?

Kodam V Brawijaya Skors Dandramil & 5 Oknum TNI, Terlibat Kasus Rasis Mahasiswa Papua?

Anak Usia 12 dan 16 Tahun Perkosa dan Bunuh Gadis Usia 6 Tahun, Ibu Pelaku Bantu Begini

AKHIRNYA Asisten Pribadi Bongkar Kelakuan Nakal Hotman Paris, Melaney Teman Luna Maya Dibuat Melongo

Vonis hukuman itu dijatuhkan Pengadilan Negeri Mojokerto terhadap Muh Aris (20), pemuda asal Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pengadilan memutuskan Aris bersalah melanggar Pasal 76 D junto Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pemuda tukang las itu dihukum penjara selama 12 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, Aris dikenakan hukuman tambahan beruapa kebiri kimia.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved