Di Manggarai Timur, Tinggal 7 Desa Berpredikat Sangat Tertingal dari 58 Desa Sebelumnya

desa sangat tertinggal di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mulai mengalami perubahan seiring dengan kemajuan ekonomi masyarakat d

Di Manggarai Timur, Tinggal 7 Desa Berpredikat Sangat Tertingal dari 58 Desa Sebelumnya
istimewa
Bupati Matim, Agas Andreas 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Status desa sangat tertinggal di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mulai mengalami perubahan seiring dengan kemajuan ekonomi masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang ada di desa.

Berdasarkan hasil ukur Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Matim sesuai Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun terungkapn pada tahun 2019 Matim mengalami peningkatan yang sangat signiflkan soal kemajuan pembangunan desa dibanding tahun tahun sebelumnya.

Dari 159 desa yang ada di Manggarai Timur, jumlah desa dengan status sangat tertinggal sebelumnya sebanyak 58 desa kini tinggal 7 desa sangat tertinggal.

Drama Pelantikan DPRD TTU, Dari Ketidakhadiran Sang Bupati Hingga ASN dan Pegawai Sekwan

Tarian Sole Oha Buka Festival 3 Gunung Lembata

Sedangkan 51 desa lainnya mengalami peningkatan status dari sangat tertinggal menjadi tertinggal.

Tujuh desa tertinggal itu antara lain Desa Golo Munga Barat, Desa Golo Wontong (Kecamatan Lambaleda), Desa Golo Ros, Desa Compang Teber dan Satar Lenda (Kecamatan Rana Mese) serta Desa Mosi Ngaran dan Nanga Puun (Kecamatan Elar Selatan).

Sedangkan desa dengan status tertinggal sebelumnya berjumlah 80 desa kini berkurang menjadi 55 desa tertinggal karena 25 desa mengalami kenaikan status menjadi desa berkembang.

Mayatnya Disetubuhi karena Belum Puas, Semenit Berhubungan Badan ABG 14 Tahun Cangkul Pacar Tewas

Desa tertinggal pun menjadi bertambah jumlahnya menjadi 106 desa setelah penambahan jumlah desa tertinggal akibat 51 desa sangat tertinggal naik statusnya menjadi desa tertinggal.

Di mana 55 desa tertinggal ditambah 55 desa naik status dari sangat tertinggal menjadi desa tertinggal 106 desa tertinggal.

Demikian Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum melalui Sekda Matim, Ir. Boni Hasudungan dalam pers rilis kepada wartawan di Boronng, Senin (26/8/2019) siang.

Ia menjelaskan, jumlah desa dengan statusnya masing-masing pun mengalami perubahan antara lain desa dengan status berkembang sebelumnya berjumlah 19 desa kini berkurang menjadi 18 desa berkembang karena 1 desa mengalami peningkatan status menjadi desa maju.

Selanjutnya desa berkembang pun jumlahnya bertambah menjadi 43 desa berkembang setelah terjadi penambahan 25 desa naik status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang.

Selain itu, ujar Sekda Boni, 18 desa berkembang sebelumnya ditambah dengan 25 desa naik status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang menjadi total 43 Desa berkembang.

"Sedangkan desa maju sebelumnya 2 desa kini menjadi 3 desa karena 1 desa naik status dari desa berkembang menjadi desa maju. 3 desa maju itu yakni Desa Golo Lobos, Desa Bangka Pau di Kecamatan Poco Ranaka dan Desa Nanga Labang di Kecamatan Borong," papar Sekda Boni.(r()

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved