Breaking News:

Sulit Air Bersih Turun-Temurun di Ile Boleng - NTT Dijawab Wabup  Flotim Bangun Bak Induk

Kesulitan air bersih warga Kecamatan Ile Boleng di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Pulau Flores yang telah berlangsung tu

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
FOTO/HUMAS SETDA  FLOTIM
Warga  mengikuti  seremoni  pembangunan  bak induk,   Jumat   (23/8/2019)  di  Ile Seburi,Kecamatan  Ile Boleng,  Pulau  Adonara, Kabupaten  Flores   Timur, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA----Kesulitan air bersih  warga  Kecamatan  Ile  Boleng di Pulau  Adonara, Kabupaten  Flores Timur (Flotim), Pulau   Flores   yang   telah berlangsung  turun-temurun sejak nenek  moyang dijawab  pemerintahan  Bupati  dan  Wabup Flotim, Anton  Hadjon, dan  Agus  Payong Boli.

Hari  Jumat   (23/8/2019) siang, Agus  Boli    menandai  seremoni  adat bersama warga  memulai pembangunan bak  induk  di kawasan   Ile Seburi.

“Ini  usaha   yang panjang dan  melelahkan, bak induk  bisa dibangun dengan  seremoni  adat. Mata   air ini lebih jauh  sekitar  Km  9 dari lokasi mata air pertama, kedua dan ketiga yang tidak jadi dipakai karena konflik sosial,” terang Agus  Boli,  menghubungi pos-kupang.com,  Sabtu   (24/8/2019).

Taklukkan Golo Langkok, Desa Biloto, Kabupaten TTS Juara Liga Desa Nusantara Seri Propinsi NTT

Hari Terakhir Pengabdian DPRD, Bupati Sikka Batalkan Paripurna Penetapan Ranperda APBD Perubahan

Agus  menegaskan, segera  dilakukan adendum perencanaan  proyek  karena  perubahan  lokasi  proyek  senilai Rp 10  Miliar dari  APBD  Sikka  2019. Tahun  ini  diperkirakan  hanya dikerjakan  sekitar  20 persen, sisa pekerjaan dilanjutkan  tahun  2020.

Ini Rekor Pertemuan 2 Tim Laskar Saburai Badak Lampung vs Persib Bandung Ini yang Lebih Unggul

Dikatakanya, turun-temurun  warga mengandalkan air sumur  bor  yang  tidak  higienis  atau  membeli   mobil tangki. Pernah  juga  terpasang jaringan  air minum bersih dari  wilayah Puhu,  tetapi  debitnya  kecil.  

Sedangkan mata  air  yang dikerjakan  bak  induknya ini debitnya sekitar 20 liter/detik. Tetapi  bisa bertambah jika kanal-kanal  air pada sumber mata air sekitar digabung.

“Area ini saya tahu persis, dulu kawasan ini jalan setapak bagi kami warga Bukit Seburi, Danibao, Ile Pati,  Nimun Danibao ke pasar Waiwerang,” ujar    Agus  Boli.

Yuk Buruan ke McD Merchandise Menarik Menanti Anda untuk 100 Pembeli Pertama

Dijelaskan  Agus  Boli,  jauh dari mata air  ini adalah perkebunan masyarakat.  Pemda akan bangun jalan usaha tani untuk membantu mobilisasi hasil perkebunan   dari  masyarakat.

“Kesulitan kami alami  luar biasa. Tiga lokasi mata air terdahulu batal karena konflik sosial.  Saya  diminta pa bupati   fasilitasi pencarian mata air mengalami penolakan masyarakat beberapa kali,  tetapi kami  terima dengan hati terbuka. Prinsipnya kita hargai alasan penolakan masyarakat setempat,” ujar Agus.  (laporan  wartawan  pos-kupang.com, eginius mo’a)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved