Pasca Festival Literasi, Ini Perintah Wabup Lembata, Wajib Dilakukan Para Kadis

Pasca Festival Literasi, Ini Perintah Wakil Bupati Lembata, Wajib Dilakukan Para Kepala Dinas

Pasca Festival Literasi, Ini Perintah Wabup Lembata, Wajib Dilakukan Para Kadis
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday sedang memberikan hadiah kepada para pemenang lomba dalam acara penutupan Festival Literasi di Pelabuhan Jeti Lewoleba, Sabtu (24/7/2019) 

Pasca Festival Literasi, Ini Perintah Wakil Bupati Lembata, Wajib Dilakukan Para Kepala Dinas

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pasca Festival Literasi Kabupaten Lembata tahun ini menghadirkan banyak perlombaan dan kreativitas dari anak-anak. Dua di antaranya adalah lomba melukis bagi anak-anak dan lomba merangkai kembang literasi bagi kelompok ibu-ibu.

Pada malam penutupan festival di Pelabuhan Jeti Lewoleba, hasil karya mereka dipajang dan dipamerkan kepada khalayak.

Taklukkan Ile Werung dan Nikmati Pengalaman Mendaki Gunung Tak Terlupakan

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday pada kesempatan itu langsung memerintahkan para kepala dinas wajib membeli hasil karya lukisan dan kembang literasi itu. Kembang literasi itu dirangkai dari barang-barang bekas dan sampah plastik.

Nantinya, hasil karya anak-anak dan para ibu itu harus jadi hiasan di dinding ruangan kantor mereka. Melalui Penjabat Sekda Lembata yang juga hadir, Anthanasius Aur Amuntoda, Wabup Langoday menyampaikan kalau pesannya itu bersifat wajib dilakukan.

Menurut laporan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata Longginus Lega, satu lukisan dipatok harga Rp500 ribu dan satu kembang literasi dipatok harga Rp100 ribu.

Siswa SD Tewas Saat Kemah Budaya, Begini Penjelasan Kwarda Sumbar

Wabup Langoday pun menyatakan para kadis bisa membelinya dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang dipatok itu.

"Ini bagian dari kita menaruh perhatian kepada anak-anak dan ibu ibu yang telah hasilkan karya yang luar biasa," tegasnya.

Menurutnya, festival tahun ini menunjukkan peningkatan dalam hal imajinasi.

Bukti dari imajinasinya itu adalah orang bisa membaca, menulis, bercerita lebih bagus yang semuanya bagian dari literasi.

Katanya, pemerintah sudah menetapkan literasi sebagai festival tahunan, akan tetapi dari hasil talkshow kemarin, festival boleh hanya setahun sekali tapi aktivitas bulanan bersama komunitas baca harus terus jalan.

"Teman teman tolong akomodasi ini. Setiap bulan kunjung setiap taman baca di Lembata. Beri apresiasi dengan kopdar. Kita kunjungi komunitas komunitas ini untuk berdiskusi," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved