Sekdes Banitobo: Kami Harus Tangkap Pelaku Bom Ikan

Upaya pemerintah Desa Banitobo dan warga menjaga wilayah perairan selatan Kabupaten Lembata dari para pengebom ikan

Sekdes Banitobo: Kami Harus Tangkap Pelaku Bom Ikan
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Pribadi Warga Banitobo
Lokasi laut selatan Kabupaten Lembata di Desa Banitobo yang setiap hari ada aktivitas bom ikan oleh oknum tak bertanggungjawab 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Upaya pemerintah Desa Banitobo dan warga menjaga wilayah perairan selatan Kabupaten Lembata dari para pengebom ikan sedikit berbuah hasil. Mereka berhasil mengusir setidaknya dua kapal para pengebom pada Kamis (22/8/2019) petang.

Berbekal senjata seadanya, warga yang jengah dengan aktivitas merusak biota laut ini sempat melepas tembakan dari senapan angin dan senjata peluru kelereng.

Menurut kesaksian warga setempat, Ignas Koda yang dihubungi sebelumnya, dua kapal itu sudah melepaskan bom sebanyak dua kali.

Tak Bisa Menghindar Jalan Berlubang, Pengendara Sepeda Motor Terperosok, Begini Kondisinya

Namun karena amarah dan teriakan warga yang tersulut emosi, para pelaku langsung buru-buru meninggalkan lokasi.

Sekretaris Desa Banitobo, Adi Lasar, mengatakan dia akan menghubungi pemerintah Desa Lamalela yang mempunyai perahu motor sehingga dirinya yang mempersiapkan bahan bakar.

"Kalau ada Angkatan Laut atau Pol Air yang siap kami bawa, pokoknya kami harus tangkap kepala itu dulu. Kalau Lamalela sudah siap perahu motornya maka kami juga butuh polisi. Kita harus bisa lumpuhkan pergerakan mereka," tandasnya ketika dihubungi POS- KUPANG.COM, Jumat (23/8/2019) malam.

Mahasiswa Baru Uyelindo 2019/2020 Siap Memulai Kegiatan Belajar Mengajar

Dia minta nelayan lain dari wilayah-wilayah pesisir selatan juga turut mengusir para pelaku bom ikan.

Secara pribadi dia juga kecewa karena banyak nelayan dari desa dan kecamatan lain juga acapkali mencari ikan di perairan selatan tetapi seolah tidak pernah berbuat apa apa terhadap para pelaku bom ikan.

Dia mengingatkan sebaiknya dalam beberapa waktu ke depan mereka jangan dulu melaut karena mereka akan melakukan penindakan terhadap kapal-kapal motor yang melintas.

"Kami tidak ada jalan lain lagi selain kami selesaikan dengan hukum sendiri."

Pada saat pengusiran, Adi juga sempat mengambil sejumlah video amatir dan foto wilayah laut dan upaya mereka mengusir para pelaku bom ikan.

Satu kapal berisi 4-6 orang nelayan. Kapal berukuran 2,5 GT. Ada yang berwarna biru dan ada yang berwarna putih. Ada satu kapal besar yang sudah menunggu di sekitar Pulau Rusa yang diduga sebagai kapal pengumpul hasil bom ikan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved