DPRD Sikka Tolak Kenaikan Tunjangan Perumahan dan Transportasi

Anggota DPRD Sikka di Pulau Flores ditawari kenaikan Tunjangan Perumahan dan Transportasi oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo

DPRD   Sikka Tolak  Kenaikan  Tunjangan Perumahan dan Transportasi
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Ketua Fraksi PAN, Philps Fransiskus (terima telphon), Elsy Klowe (kiri), Dua Aeng (tengah), dan Fabianus Toa (kiri), Sabtu (24/8/2019) di halaman belakang Kantor DPRD Sikka, Kota Maumere, Pulau Flores. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Anggota DPRD  Sikka  di  Pulau  Flores  ditawari  kenaikan Tunjangan Perumahan dan Transportasi oleh Bupati Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo.

Tetapi  tawaran yang disampaikan  dalam   pidato Rancangan  Anggaran  Pendapatan dan Belanja  Daerah  Perubahan (RAPBDP) Sikka 2019,  ditolak   DPRD  Sikka.  

Sejak  awal  tahun  ini DPRD   Sikka  menerima tunjangan  transportasi  Rp 9  juta/bulan dan perumahan  Rp 6.250.000/bulan  berdasarkan  Peraturan  Bupati  (Perbup)  Sikka,  Nomor 33   Tahun  2018  tentang Standar  Satuan   Harga Barang dan  Jasa Tahun  2018. Perbup  Nomor  45  tahun  2017 dibuat  pemerintahan sebelumnya, DPRD  Sikka mendapat jatah  tunjangan  transportasi  Rp 12,5  juta/bulan dan perumahan Rp  10  juta/bulan.

PKK Manggarai Timur Gandeng Dinkes Cegah Stunting, Lihat Aksinya

 “Pak  bupati mencoba  bersikap  manis kepada   DPRD dengan mengajukan tambahan angka  pada pos tunjangan  transportasi dan perumahan. Tetapi   tidak  merevisi Perbup Nomor  33  Tahun  2018,” kata Ketua Fraksi  Partai Amanat Nasional  (FPAN),  Philips Fransiskus,  kepada  wartawan  Sabtu     (24/8/2019)  siang di   DPRD  Sikka.

Philips hadir  bersama  Dus Aeng,  Ketua  Fraksi  PKPI, Fabianus  Toa  dari  Fraksi Gerindra dan  Elsy  Klowe   dari  Partai Hanura,   menyebut   tawaran ini  dilakukan  karena Perbup 33  Tahun  2018  tidak  dikaji matang.   Namun  berdasarkan  tudingan  ‘mark up’  dan persekongkolan  DPRD dengan  mantan  Bupati  Sikka Drs.Yosef Ansar  Rera.

Panti Asuhan Agape Semangat Melayani Karena Kasih Tuhan

“Kami   enjoy   terima jumlah  yang ada  yang sudah  dirubah  dalam Perbup  33  Tahun  2018,” kata  Fabinus   Toa.

Dus  Aeng mengatakan,  tudingan   Bupati   Sikka  kepada  DPRD dan mantan   Bupati  Sikka (2013-2018)   melakukan  ‘mark  up’   tunjangan   transportasi  Rp 12,5 juta/bulan dan  perumahan  Rp 10 juta tidak  terbukti  berdasarkan  laporan  hasil  pemeriksaan  (LHP)  Badan Pemeriksa Keuangan   (BPK)   RI   Perwakilan NTT yang memberikan  predikat  wajar  tanpa pengecualian (WTP)  pengelolaan keuangan    tahun  2018.

Gegara  tunjangan transportasi   dan perumahan ini, Bupati  Sikka  diadukan Ketua  Fraksi  Nasdem,  Siflan Angi  ke  Polres  Sikka,  pekan  lalu. Siflan  telah menjalani  pemeriksaan  3,5  jam,   Rabu (21/8/2019). (laporan  reporter  pos-kupang.com,  eginius  mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved