Trash Hero Lembata Imbau Peserta Festival 3 Gunung Jaga Kebersihan

Komunitas Trash Hero Lembata Imbau Peserta Festival 3 Gunung Jaga Kebersihan

Trash Hero Lembata Imbau Peserta Festival 3 Gunung Jaga Kebersihan
POS-KUPANG.COM/Foto Dokumentasi Komunitas Trash Hero Lembata
Komunitas Trash Hero Lembata bersama Mahasiswa LEKOT MALANG usai melakukan pembersihan di Pantai Harnus, Kota Lewoleba beberapa waktu lalu. 

Komunitas Trash Hero Lembata Imbau Peserta Festival 3 Gunung Jaga Kebersihan

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Produksi sampah pada saat perhelatan Festival 3 Gunung diprediksi akan meningkat. Banyaknya masyarakat dan wisatawan yang terlibat ditambah kesadaran menjaga kebersihan yang kurang bisa jadi penyebab beberapa titik festival penuh sampah.

Fenomena ini turut jadi sorotan dan perhatian komunitas Trash Hero Kabupaten Lembata. Komunitas peduli sampah ini mengimbau supaya para peserta F3G tidak jadi donatur sampah terbesar pada saat event berlangsung.

Peserta Luar Lembata Ikut Lomba Trekking Gunung Ile Lewotolok dan Ile Werung Festival 3 Gunung

Leader Trash Hero Chapter Lembata, Theresia Willybrorda menuturkan komunitasnya memang tak mendapatkan undangan dari panitia F3G untuk membuka stand khusus.

Akan tetapi setiap orang punya tanggungjawab masing-masing untuk menjaga kebersihan di mana saja mereka berada.

"Kami harapkan dari festival yang menjual pariwisata di Lembata, dari hal kecil kita bertanggungjawab dengan sampah sendiri, karena dengan tempat sebesar itu dan orang yang banyak kita mau bebankan ke siapa untuk sampah yang kita punya," tegas aktivis sampah yang akrab disapa Wilda ini.

Pria di Maumere Digigit Anjing Peliharaan Ternyata Positif  Rabies

Dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup Lembata yang hanya berjumlah 18 orang, lanjut Wilda, tanggungjawab pribadi terhadap sampah plastik seperti kemasan minuman dan makanan menjadi penting sekali.

Dari pengalaman komunitas Trash Hero sendiri yang 25 kali rutin adakan kegiatan pungut sampah, Wilda mengatakan kesadaran masyarakat Lembata dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sampah masih sangat rendah.

"Kita lakukan hal ini terus menerus untuk membuka pandangan orang," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved