Supervisi Kejaksaan, Jaksa Agung Serahkan PT Sagaret ke Kejati NTT

Pejabat Jaksa Agung RI Mohamad Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke NTT pada Kamis (22/8/2019)

Supervisi Kejaksaan, Jaksa Agung Serahkan PT Sagaret ke Kejati NTT
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Jaksa Agung Mohamad Prasetyo saat acara penyerahan aset Kejaksaan Agung kepada Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang pada Kamis (22/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pejabat Jaksa Agung RI Mohamad Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke NTT pada Kamis (22/8/2019). Dalam kunjungan kerja tersebut, Jaksa Agung melakukan supervisi kepada seluruh pegawai kejaksaan seluruh NTT sekaligus menyerahkan aset Kejaksaan Agung yakni PT Sagaret Tim kepada Kejati NTT.

Dalam penyerahan aset tersebut, Jaksa Agung RI Mohamad Prasetyo menyatakan bahwa penyerahan aset kantor dan tanah milik perusahaan PT Sagaret Tim adalah akhir dari sebuah keputusan hukum yang secara profesional telah dilaksanakan oleh jaksa dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi khususnya kasus pembobolan Bank Negara Indonesia (BNI).

Ini Pesan Nelwati Saat Festival Literasi: Kalau Anak Ultah Coba Bawa ke Toko Buku

Menurut Jaksa Agung Prasetyo, kejaksaan selalu mengejar kasus tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara dalam skala jumlah besar dan karenanya perusahaan yang terbukti merugikan negara harus diproses hukum dan disita asetnya.

"Kasus tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara harus diusut tuntas. Perusahaan yang merugikan negara harus disita asetnya menjadi aset pemerintah," tegasnya.

Trash Hero Lembata Imbau Peserta Festival 3 Gunung Jaga Kebersihan

Jaksa Agung Prasetyo berharap agar aset yang diserahkan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat NTT.

Sentara itu pada kesempatan yang sama, Kajati NTT Pathor Rohman mengatakan bahwa kegiatan penyerahan aset itu adalah tindak lanjut dari keputusan masalah tindak pidana korupsi pembobolan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kebayoran Jakarta pada 2003 yang dilakukan Adrian Herling Waworuntu.

Sebagai abdi negara, jelas Pathor, sudah menjadi kewajibannya bersama jajaran untuk bekerja keras mensukseskan segala tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan negara secara cepat dan akuntabel tanpa pamrih.

"Penyerahan aset ini menjadi sub sistem pelaksanaan tugas dan fungsi jaksa dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan PT Sagaret Tim," katanya.

Pathor menjelaskan, eksekusi kasus tindak pidana korupsi itu dilakukan karena telah melalui koordinasi hukum yang baik antara Kejati NTT dan Kejagung RI dalam penanganan kasus yang melibatkan terpidana Adrian Herling Waworuntu.

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung, lanjut mantan Wakajati DKI Jakarta tersebut, dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut maka barang bukti berupa tanah dan bangunan itu dirampas menjadi aset pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved