Simak Permintaan Dinas Kesehatan bagi Aparat Desa di Manggarai Timur

inas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bagi aparat desa agar bisa membantu penanganan stunting yang ada di des

Simak Permintaan Dinas Kesehatan bagi Aparat Desa di Manggarai Timur
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
RAPAT-Rapat penanganan stunting di Aula Koperasi Hanura Borong. Area lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bagi aparat desa agar bisa membantu penanganan stunting yang ada di desa.

Yang mana dinkes berharap aparat desa bisa mengalokasikan dana desa setiap tahun guna menangani persoalan stunting.

"Ke depan kami akan fokus beberapa desa yang kita perhatikan ini. Maka itu, kami minta kepala desa bisa mengalokasikan dana lebih untuk penanganan atau penanggulangan stunting di desa baik itu misalnya dalam intervensi yang sifatnya spesifik kesehatan maupun yang bersifat sensitif misalkan tentang sanitasi dan air bersih juga hal-hal yang terkait dengan penyediaan makanan misalnya pertama pemanfaatan pekarangan untuk saya mungkin perikanan budidaya perikanan atau peternakan," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Matim, drg.Bertolomeus Hermopan di Aula Koperasi Hanura Borong saat rapat penanganan stunting, Jumat (23/8/2019) siang.

Ini Penyebab hingga Manchester United Rugi Rp 621 Miliar, Apa Hubungan dengan Inter Milan ?

Pelatih Maung Bandung Angkut 3 Pemain Asing Baru Bentrok Badak Lampung, Ini Bomber Persib

Ia menjelaskan, petugas kesehatan dan kader pembangunan manusia akan membantu aparat desa soal penanganan stunting.

"Petugas kami akan mendeteksi dini apa namanya kondisi stunting pada saat penimbangan," kata Tomi, nama panggilan sang kabid.

Siswi SMK Dikeroyok Kakak Kelas dan Alumni karena Dituduh Merusak Rumah Tangga Orang, SIMAK

Modus Ayah ini Tega Jadikan 2 Putrinya Budak Pemuas Hasrat Selama 9 Tahun, Ini yang Menderita

Ia mengungkapkan, hampir semua desa di Matim ada persoalan stunting. Tetapi yang cukup besar itu di atas 20% ada di 62 desa di Matim.

Maka itu, paparnya, perlu ada penanganan bersama mulai dari desa mengalokasi dana desa mengurus stunting.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved