Petani Rumput Laut di Sumba Timur, Sebut Rumput Laut Jadi Pilihan Penting, Ini Alasannya

-Petani pembudidaya rumput laut di Sumba Timur mengatakan budidaya rumput laut saat ini menjadi pilihan tepat dan sangat penting demi meningkatkan ke

Petani Rumput Laut di Sumba Timur, Sebut Rumput Laut Jadi Pilihan Penting, Ini Alasannya
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Masyarakat pembudidaya bersama Direktur Arik dan Wabup Umbu Lili saat panen raya rumput laut. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Petani pembudidaya rumput laut di Sumba Timur mengatakan budidaya rumput laut saat ini menjadi pilihan tepat dan sangat penting demi meningkatkan kebutuhan hidup mereka.

Umbu Yiwa Hinggirandja mewakili masyarakat pembudidaya sekaligus sebagai tokoh masyarakat Kaliuda, di Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, saat acara panen raya rumput laut oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si melalui Plt. Direktur Produksi dan Usaha, KKP RI, Ir. Arik Hari Wibowo,M.Si  dan Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST, MT,  di sentra industri hulu rumput laut di area hamparan Woba, Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu, Kamis (22/8/2019) mengatakan, rumput laut saat ini merupakan pilihan penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kata Umbu Yiwa, saat ini di lokasi Woba sudah dipenuhi oleh masyarakat pembudidaya rumput laut baik dari Kecamatan Pahunga Lodu maupun dari luar Kecamatan Pahunga Lodu seperti dari Lewa, Tabundung, Mahu, dan daerah lainya di wilayah pegunungan Sumba Timur.

"Kami merasakan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, oleh karena itu kami mengucapakna terima kasih dengan harapan bahwa kami masih terus membutuhkan perhatian untuk melengkapi sarana yang kami butuhkan," tandas Umbu Yiwa.

Plt. Direktur Produksi dan Usaha, KKP RI, Arik Hari Wibowo, dalam sambutannya saat acara panen raya rumput laut itu, menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat pembudidaya dan pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur yang telah memanfaatkan paket bantuan program Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan (PSKPT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan  Republik Indonesia tahun 2017 dan 2018.

Ia meyakini, rumput laut sebagaimana telah menjadi ikon KKP, akan memberikan subangsih yang tinggi atas pendapatan pembudidaya maupun pertumbuhan ekonomi wilayah dan nasional.

"Dan diharapkan di wilayah Woba nanti menjadi wilayah yang terintegrasi dengan pariwisata. Keberadaan PT. Algae Sumba Timur Lestari (PT. ASTIL) juga memberikan dampak terhadap kestabilan harga rumput laut,"ungkap Arik.

Ini Agenda Kegiatan 34 Finalis Ajang Kecantikan Miss Grand Indonesia 2019 di Labuan Bajo

Persib Bandung Rombak Pemain Bukan Ganti Pelatih Tapi Singgung Pemecatan Pelatih Persebaya, SIMAK

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian kelautan dan Perikanan RI yang telah menetapkan Sumba Timur sebgai kabupaten penerima program SKPT dan telah memberikan dampak yang signifikan akan pembangunan pada sektor kelautan dan perikanan di Sumba Timur.

Dikatakan Umbu Lili, Pemerintah Daerah dalam keterbatasan yang ada tetap berkomitmen membangun sektor kelautan dan perikanan yaitu antara lain membuka akses jalan, listrik, air bersih pada kawasan-kawasan sentra produksi perikanan khususnya rumput laut dan juga bantauan sarana produksi maupun pendukung produksi. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur, Markus K. Windi, S.Pi juga menyampaikan, pembudidaya rumput semakin bertambah dan seiring dengan hal tersebut produksi juga meningkat, sehingga pendapatan masyarakat juga meningkat. Diharapkan melalui bantuan ini terus memperbaiki taraf hidup masyarakat pesisir.

BREAKING NEWS - Buah Zakar  Pria Dewasa di  Nagekeo - NTT Diterkam Anjing, Begini Kondisi Korban

Markus juga menjelaskan, di Sumba Timur peluang berusaha untuk budidaya rumput laut masih sangat terbuka karena pemanfaatn lahan baru mencapai 3,16 % atau 476,46 ha dari potensi 15.069,4 ha. Masyarakat yang melakukan usaha rumput laut berjumlah 4.389 rumah tangga perikanan dengan jumlah tenaga kerja 8.778 jiwa yang tergabung dalam 214 kelompok pembudidaya dengan produksi  berjumlah 30.054,49 ton pada tahun 2018. (*)

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved