Malaysia Butuh 11 Ribu Tenaga Kerja dari NTT

- Malaysia membutuhkan 11.000 tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari Provinsi NTT. Tenaga kerja ini akan dipersiapkan untuk bekerja di salah satu

Malaysia Butuh 11 Ribu Tenaga Kerja dari NTT
Pos Kupang.com/yen
TANDA TANGAN -- Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, didampingi Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita, Ketua DPRD NTT, H Anwar Pua Geno, Kepala BLK LN, Maxi, dan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Sesilia Sona, menandatangi prasasti sebagai tanda diresmikan BLK LN Berhasil Langgeng Kencana di Kelurahan Kayu Putih, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Malaysia membutuhkan 11.000 tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari Provinsi NTT. Tenaga kerja ini akan dipersiapkan untuk bekerja di salah satu perusahan sawit di Malaysia.
Hal ini disampaikan Kepada Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Dra. Sisilia Sona , Kamis (22/8/2019).

Menurut Sisilia, Malaysia meminta kepada pemerintah NTT agat menyiapkan 11.000 tenaga kerja untuk bekerja di perusahan sawit.

"Jadi pada tanggal 18 Agustus 2019 lalu, kami diundang oleh Perusahan yang bernama Filda dari Malaysia. Saat itu pak Wakil Gubernur NTT dan pak bupati Sikka juga turut ke Malaysia," kata Sisilia.

Dijelaskan, undangan dari perusahaan itu guna membahas beberapa hal seperti membahas hak-hak dan kewajiban dari perusahaan kepada tenaga kerja dan juga syarat tenaga kerja yang dibutuhkan ketika nanti pemerintah mengirim tenaga kerja ke Malaysia.

BLK Luar Negeri Berhasil Langgeng Kencana Diresmikan, Begini Tujuannya

Gubernur NTT Minta BLK LN Harus Punya Daya Pikat yang Besar

Dikatakan, pemerintah NTT sudah merencanakan untuk mengirim tenaga kerja ke Malaysia secara legal. Apalagi, lanjutnya, perusahan yang mengundang Pemerintah NTT merupakan  perusahan besar yang ada pada peringkat tiga dunia dan untuk Asia ,perusahaan ini adalah yang pertama memproduksi sawit.

"Orang yang dikirim itu adalah layak, mereka tidak terima yang legal, seperti anak di bawah umur. Alasannya, ketika anak temaga kerja di bawah umur, maka perusahan mereka akan kena sanksi, yaknia produk mereka diilarang beredar," katanya.

Persib Bandung Rombak Pemain Bukan Ganti Pelatih Tapi Singgung Pemecatan Pelatih Persebaya, SIMAK

Terkait permintaan tenaga kerja yang begitu banyak, Mantan Kaban Kesbangpol NTT ini mengatakan, permintaan 11.000 tenaga kerja asal NTT itu karenakarena lahan sawit di Malaysia seluas 443 ribu hektar .

"Sedangkan lahan yang baru digarap hanya sekitar 300 hektar. Jadi perusahan ini hanya mau terima tenaga kerja dari pemerintah atau yang diproses melalui pemerintah," ujarnya.

Sedangkan, beberapa syarat yang dibutuhkan, yakni sehat dan syarat calon tenaga kerja itu sudah usia diatas 20 tahun. (*)

BREAKING NEWS - Buah Zakar  Pria Dewasa di  Nagekeo - NTT Diterkam Anjing, Begini Kondisi Korban

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved