Aman Gelar Pelatihan Bagi Para Guru di Boafeo, Ende

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN) Nusa Bunga bekerjasama dengan IESR menggelar Pelatihan bagi para Guru

Aman Gelar Pelatihan Bagi Para Guru di Boafeo, Ende
POS-KUPANG.COM/Foto Humas Pemda Ende
Para Guru Di Boafeo Sedang Mengikuti Pelatihan 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN) Nusa Bunga bekerjasama dengan Institute for Essential Services Reform ( IESR ) menggelar pelatihan bagi para guru yang berlangsung di SDK Boafeo, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, selama tiga hari mulai Senin (19/8/2019) hingga Rabu (21/8/2019).

Informasi yang didapatkan POS- KUPANG.COM dari Humas Aman Nusa Bunga, Simon Welan, Jumat (24/8/2019) mengatakan bahwa pelatihan guru ini melibatkan para guru dari beberapa sekolah yang berada di sekitar Boafeo diantaranya PAUD Boafeo, SDK Boafeo, SDI Wologai dan SDK Bani serta SMP SATAP Wologai.

Kades Totomala Ajak Warga Fokus Kembangkan Tanaman Hortikultura

Dikatakan dalam pelatihan itu, Mansyur Ridho, Trainer dan Konsultan Pendidikan dalam Pelatihan Para Guru yang diadakan oleh Institute for Essential Services Reform ( IESR ) mengatakan guru adalah garda terdepan dalam pembentukan karakter anak bangsa untuk menjadi bangsa yang beradab dan bangsa yang maju karena dari tangan para guru cita - cita mulia bangsa ini diteruskan.

Mansyur Ridho mengatakan guru PAUD, guru SD, maupun guru SMP merupakan fundasi - fundasi awal pembentukan karakter anak - anak yang akan menjadi pemimpin bangsa ini sehingga para guru dituntut untuk memberikan atau mengajarkan hal - hal positif yang mengubah karakter anak - anak dalam menentukan masa depannya.

BREAKING NEWS : Di Maumere; Sikka - NTT, Tidak Lunasi Cicilan, Pikap Dijeburkan ke Laut

"Harta benda bisa diperoleh melalui usaha kita tetapi karakter seseorang tidak bisa dibentuk secara instan namun akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan dimulai sejak dini. Nah, inilah tugas mulia bapak - ibu guru sekalian," kata Mansyur Ridho.

Menurut Ridho, dalam pelatihan yang berlangsung selama 3 hari berturut - turut ini antusiaisme para guru sangat besar dalam mengkutinya sehingga diharapkan untuk dapat menerapkannya dalam proses belajar mengajar di sekolahnya masing - masing.

"Para guru ini terlihat haus akan pelatihan - pelatihan yang mencerahkan. Terbukti dari konsep pelatihan fasilitasi yang saya lakukan dimana mereka antusias sekali dan mereka mengambil pelajaran - pelajaran positif yang sangat berarti bagi mereka dalam mengembangkan sistem pengajaran di kelas," kata Ridho.

Trainer muda yang handal ini berharap ke depannya jika ada pelatihan - pelatihan lainnya untuk para guru maka dapat dilakukan praktek secara langsung sehingga para guru mudah menerapkannya dan anak didikannya pun mudah memahami pelajaran yang diajarkan.

"Metode pelatihan yang sering terjadi selama ini monoton dilakukan dengan ceramah yang sesungguhnya kurang dipahami para peserta sehingga diharapkan adanya tindaklanjut dari pelatihan itu agar para guru lebih holistik ketika menerapkan di sekolah masing - masing," katanya.

Pihaknya berharap, para guru yang telah mengikuti pelatihan ini mampu mengubah metode pengajaran yang konvensional ke metode - metode kreatif yang dapat memfasilitasi anak - anak untuk memacu pertumbuhan daya fikirnya menjadi lebih maju. Disamping itu juga para guru diharapkan dapat memanajemen kelasnya yang selama ini masih menggunakan pendekatan reward dan punishment diganti dengan disiplin positif karena disiplin positif akan mengajarkan prilaku anak menjadi lebih baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved